Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

by Irfan
11.10.2026
in Nasional
A A
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

BANDAR LAMPUNG – Senyum polos anak-anak yatim dan lantunan ayat suci dari rumah-rumah tahfidz sejatinya adalah pilar kehangatan tempat masa depan ditempa. Namun, di balik dinding-dinding yang tampak tenang itu, ada ancaman senyap yang terus mengintai.

Tanpa disadari, kebaikan dan kemuliaan lembaga sosial kerap dimanipulasi oleh kelompok radikal sebagai ‘tameng sempurna’ untuk menyebar ideologi berbahaya sekaligus mengeruk dana masyarakat.

Ancaman penyusupan paham radikal dan terorisme ke dalam panti asuhan serta rumah tahfidz kini menjadi perhatian serius. Peringatan tegas ini ditiupkan oleh NII Crisis Center usai menggelar safari silaturahmi kebangsaan ke berbagai lembaga sosial di Provinsi Lampung.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, mengungkapkan kelompok ekstremis memanfaatkan kondisi psikologis anak-anak yang masih mencari identitas diri serta pola pembinaan yang eksklusif untuk menyuntikkan paham radikal.

Doktrinasi tersebut hampir tak pernah muncul di kurikulum resmi, melainkan merayap halus lewat obrolan tertutup, pengajaran informal, dan pendekatan emosional secara personal.

“Kelompok radikal paham betul masyarakat Indonesia itu sangat dermawan. Mereka tidak hanya mengincar jiwa anak-anak yang polos, tetapi juga memakai label ‘Rumah Yatim’ dan ‘Yayasan Tahfidz’ sebagai kedok agar pergerakan dana ratusan juta hingga miliaran rupiah tidak memicu kecurigaan,” jelas Ken.

Penggunaan nama mulia seperti ‘Yayasan Tahfidz’ atau ‘Panti Yatim’ bukan sekadar cara mencari legitimasi publik, melainkan bagian dari skema pencucian dana terorisme (terrorist financing).

Sebagai mantan aktivis NII, Ken membeberkan rekam jejak pengalamannya saat dahulu mengelola puluhan cabang yayasan sosial.

Melalui proposal Corporate Social Responsibility (CSR) hingga kotak-kotak amal yang tersebar luas, aliran dana bernilai fantastis berhasil dikumpulkan secara ilegal.

Ken mencotohkan fenomena kotak amal berupa kasus Yayasan Abdurrahman bin Auf (ABA) di Bandar Lampung—di mana lebih dari 20 ribu kotak amal diamankan polisi—menjadi bukti nyata bagaimana sedekah warga di kasir minimarket dan toko kelontong dibelokkan untuk menyokong aksi teror.

Kemudian kasus di salah satu pesantren di Lampung membuktikan betapa rentannya lembaga sosial. Hanya karena menyusupnya satu oknum pengajar dari luar, puluhan santri dan tenaga pendidik langsung teridentifikasi berafiliasi dengan jaringan ekstremis.

Praktik manipulative ini merusak kepercayaan publik dan mencoreng ribuan panti asuhan jujur yang benar-benar berjuang mengasuh anak-anak terlantar.

Menghadapi modus yang kian terselubung, Ken menegaskan, langkah pencegahan radikalisme tidak boleh hanya berfokus pada ruang kelas sekolah umum atau kampus perguruan tinggi. Lembaga sosial berbasis masyarakat harus diprioritaskan.

Guna membendung infiltrasi ideologi radikal, ada tiga langkah krusial yang direkomendasikan oleh Ken, yakni filtering ketat pengajar, dimana pengelola panti dan rumah tahfidz wajib merekam jejak latar belakang (background check) setiap ustadz, penceramah, atau pengajar tamu.

Kedua, embuka akses interaksi anak-anak panti dengan masyarakat luas agar tidak tercipta lingkungan yang terisolasi (eksklusif).

Ketiga, imbauan bagi donatur untuk selalu memverifikasi izin resmi operasional yayasan, kejelasan penyaluran, serta transparansi laporan keuangan sebelum menyalurkan bantuan.

Anak-anak di panti asuhan bukanlah objek eksploitasi finansial maupun ideologis, melainkan tunas bangsa yang berhak tumbuh dalam lingkungan aman, hangat, dan toleran.

Tags: Ken SetiawanNII Crisis CenterPanti AsuhanRadikalismeTerorisme
Previous Post

MTQH XVI Morowali, Ini Pesan Wakil Bupati

Next Post

Cerita Bupati Morowali dan Misi Merobek ‘Kasta’ Bantuan Pendidikan

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat membagikan bantuan seragam pendidikan di Kecamatan Menui

Cerita Bupati Morowali dan Misi Merobek 'Kasta' Bantuan Pendidikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In