JAKARTA – Langkah besar kembali dicatatkan oleh dunia usaha nasional. PT Tiran Nusantara Grup resmi meneken kerja sama investasi tahap awal senilai Rp10 triliun dengan Conch Investment Holdings (Hong Kong) Ltd, perusahaan raksasa di bawah kendali Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Kesepakatan strategis ini ditandatangani langsung di Anhui, Tiongkok.
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Operasional Tiran Nusantara Grup, Andi Karyadi, dan Direktur Conch, Li Xin, serta disaksikan langsung oleh Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup, Andi Amar Mar’uf Sulaiman.
Alih-alih sekadar memperluas ekspansi konvensional, porsi kerja sama jumbo ini diproyeksikan untuk membangun ekosistem masa depan yang berkelanjutan. Ruang lingkup investasinya mencakup pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, pabrik kemasan plastik berteknologi tinggi, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
“Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industri nasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi,” ujar Humas PT Tiran Nusantara Grup, Rezki Mulyadi, dalam rilis yang diterima, Minggu (11/10/2026).
Bagi publik ekonomi, Conch bukanlah pemain baru. Perusahaan asal Tiongkok ini telah menanamkan modal kumulatif hingga Rp30 triliun di Indonesia. Rekam jejak tersebut membuat kemitraan dengan Tiran Nusantara Grup menjadi perpanjangan komitmen jangka panjang untuk memperkokoh hilirisasi industri tanah air.
Dalam struktur bisnisnya, kedua belah pihak menerapkan skema porsi kepemilikan yang dinamis dan saling menguntungkan. Pada sejumlah lini usaha patungan (joint venture), Tiran Nusantara Grup memegang 49% dan Conch 51%, sementara pada sektor lainnya komposisi tersebut dibalik menjadi 51% untuk Tiran dan 49% untuk Conch.
Metamorfosis Tiran Nusantara: Dari Inovasi Racun Tikus Menuju Konglomerasi
Di balik megahnya angka investasi ini, tersimpan kisah inspiratif tentang perjalanan panjang yang jarang diekspos publik. Tiran Nusantara Grup merupakan kelompok usaha yang didirikan oleh Andi Amran Sulaiman (yang kini menjabat sebagai Menteri Pertanian).
Akar bisnis ini bermula dari kerja keras intelektual dan riset mendalam Amran terhadap wabah hama tikus yang merugikan petani, hingga melahirkan inovasi racun tikus bernama Tiran (singkatan dari Tikus Diracun Amran).
Pada tahun 1995, ia mengantongi hak paten atas produk inovatif tersebut—seperti Tiran 58PS dan Alpostran. Produk ini telah melindungi jutaan petani di Indonesia bahkan diekspor ke berbagai negara Asia seperti Jepang, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.
Seiring berjalannya waktu, dari modal awal yang hanya berkisar Rp500 ribu, cikal bakal usaha tersebut berkembang pesat hingga menjadi embrio Tiran Nusantara Grup pada tahun 2004. Saat ini, grup bisnis tersebut menaungi puluhan entitas perusahaan yang merajai sektor pertambangan, energi, perdagangan, logistik, hingga kawasan industri.
“Seluruh perusahaan dalam Tiran Nusantara Grup dimiliki oleh Mentan Amran. Alhamdulillah lini usaha Tiran Nusantara Grup lainnya berkembang, meski usaha utama racun tikus ditutup sejak Amran pertama kali diangkat menjadi Menteri Pertanian tahun 2014, demi menjaga profesionalisme beliau,” kata Rezki Mulyadi mempertegas komitmen integritas sang pendiri.
Jejak Sosial: Kekayaan Untuk Pemberdayaan Umat
Di luar geliat bisnisnya yang agresif, kepemimpinan di balik Tiran Nusantara Grup juga dikenal konsisten mendedikasikan sebagian besar sumber daya untuk misi kemanusiaan dan sosial.
Berbagai inisiatif masif telah direalisasikan, mulai dari penyaluran ribuan beasiswa bagi anak yatim piatu, penyandang disabilitas, hingga mahasiswa—termasuk 112 mahasiswa asal Palestina.
Bantuan kemanusiaan juga rutin digulirkan hingga kancah internasional, seperti aksi nyata penanggulangan korban bencana hingga ke Turki.
Tidak berhenti di situ, inisiatif pembangunan fasilitas peradaban umat seperti masjid berkapasitas 20.000 orang senilai Rp1 triliun serta rumah sakit modern setinggi 17 lantai turut dihadirkan untuk memastikan akses kesejahteraan dan kesehatan masyarakat luas semakin inklusif.
Melalui sinergi investasi hijau bersama Conch dan fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh, Tiran Nusantara Grup kini berdiri di garda terdepan dalam mentransformasikan wajah industri nasional menuju kemandirian yang berkelanjutan.















