JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia kembali diguncang gelombang mutasi besar-besaran. Lewat Surat Telegram rahasia yang diteken akhir pekan ini, Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara mengejutkan merombak posisi strategis di Korps Bhayangkara—menyasar ratusan perwira, termasuk tiga kursi panas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan posisi vital di jajaran Baintelkam.
Langkah penyegaran organisasi kembali ditunjukkan oleh pimpinan tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi melakukan perombakan besar di tubuh internal korps bayangkara dengan menggeser ratusan personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) hingga Perwira Menengah (Pamen).
Kebijakan mutasi dan rotasi kilat ini tertuang secara resmi dalam Surat Telegram Kapolri dengan Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang bertanggal 10 Oktober 2026.
“Mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, merespons gelombang perpindahan posisi ini.
Sorotan utama dalam gerbong mutasi kali ini tertuju pada pergeseran tiga pucuk pimpinan kepolisian tingkat daerah (Kapolda) serta posisi strategis di tingkat Mabes Polri, di antaranya:
- Wakabaintelkam Polri: Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Irjen Pol Wawan Muliawan kini resmi diserahkan kepada Brigjen Pol Anom Setyadji. Irjen Wawan selanjutnya dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri.
- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel): Posisi ini kini diisi oleh Irjen Pol Agus Wijayanto, menggantikan pejabat sebelumnya, Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Sahlisosbud Kapolri.
- Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara): Kursi kepemimpinan di Kaltara resmi beralih kepada Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik, menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Irjen Agus Wijayanto.
- Kapolda Lampung: Estafet kepemimpinan daerah di Lampung kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani, menggantikan pejabat lama Irjen Pol Helfi Assegaf.
Secara keseluruhan, ada sekitar 199 personel dari berbagai tingkatan yang ikut bergeser dalam gerbong mutasi kali ini. Langkah taktis ini diyakini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Polri untuk menjawab tantangan zaman, mengoptimalkan pelayanan publik, serta menjaga netralitas dan profesionalisme institusi di bawah komando Kapolri Jenderal Suyudi.
















