Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Kontroversi Grasi untuk Mantan Anggota Jemaah Islamiyah: Sebuah Pendekatan yang Tepat?

by Irfan Mualim
06.01.2025
in Nasional, Ragam
A A
Andreas Hugo Pareira

Andreas Hugo Pareira

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, memberikan pandangannya terkait upaya pemerintah yang mendorong mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI) untuk mengajukan grasi kepada Presiden.

Menurutnya, langkah tersebut tidak perlu didorong, karena grasi seharusnya merupakan hak dari narapidana (napi) yang mencerminkan kesadaran akan kesalahan yang telah diperbuat.

“Soal permohonan grasi adalah hak napi. Dengan memohon grasi, artinya napi tersebut juga mengakui kesalahan. Namun, apakah para napi JI ini merasa bersalah atau tidak? Dan apakah permohonan grasi ini perlu didorong oleh pemerintah?,” ujarnya dikutip pada laman gesuri.id, Senin (6/1/2025).

BACA JUGA

Gedung DPR RI

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Babak Baru Nasib Buruh Indonesia

06.10.2026
BNPT Perkuat Deradikalisasi di Nusakambangan, Fokus pada Kesiapan Kembali ke Masyarakat

BNPT Perkuat Deradikalisasi di Nusakambangan, Fokus pada Kesiapan Kembali ke Masyarakat

29.09.2026

Ia menekankan, jika pemohon grasi didorong oleh pemerintah, maka hal itu dapat menimbulkan persepsi bahwa grasi tersebut pasti akan diberikan.

“Tidak harus didorong. Karena kalau didorong, akan menempatkan presiden dalam posisi seolah permohonan grasi itu harus dikabulkan. Padahal, dalam permohonan grasi bisa dikabulkan, bisa pula ditolak,” katanya.

Baca Juga: Jamaah Islamiyah Bubar, BNPT RI Harap Kelompok Lain Ikut

Hal ini menyoroti pentingnya proses yang transparan dan objektif dalam penanganan permohonan grasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sensitif seperti terorisme.

Andreas juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai kurangnya lembaga yang khusus menangani narapidana terorisme, terutama dalam menilai apakah mereka telah bebas dari ideologi radikal.

Menurut dia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus memainkan peran aktif dalam proses ini. “Selama ini tidak ada lembaga yang khusus menangani dan memberikan jaminan terkait dengan bersihnya ideologi radikal ini,” kata Andreas.

Ia menambahkan, jika napi tersebut mengikuti program deradikalisasi yang dijalankan oleh BNPT dan mendapatkan rekomendasi dari lembaga tersebut, maka hal itu bisa menjadi pegangan dalam proses pengajuan grasi.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memiliki pendekatan yang sistematis dan terukur dalam menangani mantan anggota organisasi teroris.

Situasi ini menciptakan diskusi penting mengenai kebijakan pemulihan narapidana, terutama dalam konteks penanggulangan terorisme. Apakah grasi seharusnya diberikan kepada mereka yang telah menunjukkan penyesalan dan berkomitmen untuk tidak kembali ke jalan yang salah? Atau, apakah penanganan yang lebih ketat harus diterapkan untuk memastikan bahwa ideologi radikal tidak lagi menyebar?

Keputusan mengenai grasi untuk mantan anggota Jemaah Islamiyah harus didasarkan pada analisis yang mendalam dan evaluasi yang cermat. Dalam menghadapi tantangan ini, sinergi antara pemerintah, BNPT, dan masyarakat sipil menjadi krusial untuk menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Tags: Andreas Hugo PareiraDeradikalisasiDewan Perwakilan Rakyat (DPR) RIgrasiJemaah Islamiyah (JI)
Previous Post

Bagaimana Nasib Shin Tae-yong?

Next Post

PB HMI Desak Pemecatan Oknum Polisi Usai Pengeroyokan di Mamuju

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

PB HMI Desak Pemecatan Oknum Polisi Usai Pengeroyokan di Mamuju

Comments 1

  1. Ping-balik: PB HMI Desak Pemecatan Oknum Polisi Usai Pengeroyokan di Mamuju | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In