Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Mewarisi Semangat Pahlawan: Menjadi Generasi Cinta Tanah Air di Era Digital

by Irfan Mualim
07.11.2024
in Nasional
A A
Sekolah Damai, Upaya BNPT RI Cegah Intoleransi dan Bullying di Satuan Pendidikan

JAKARTA – Setiap tahun, tanggal 10 November menjadi momen bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk meraih kemerdekaan.

Saat generasi muda menyambut Hari Pahlawan, penting untuk mengingat betapa beratnya pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan, yang bahkan harus membayar dengan darah dan nyawa.

Dalam konteks ini, tantangan baru muncul, bagaimana generasi muda dapat mewarisi semangat perjuangan tersebut di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

BACA JUGA

M. Najih Arromadloni (Gus Najih)

Menjaga Persatuan: Moderasi Beragama dan Cinta Tanah Air dalam Menghadapi Ancaman Ideologi Ekstremis

14.11.2024
Wapres Gibran Rakabuming Raka

Memperingati Hari Pahlawan 2024: Menggugah Semangat Kepahlawanan Generasi Muda

10.11.2024

Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Irfan Idris, menekankan bahwa memaknai Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang, tetapi juga meneruskan perjuangan mereka di era digital.

Baca Juga: Netanyahu Pecat Menteri Pertahanan Israel, Picu Protes Massal di Tengah Perang Lawan Hamas

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Meskipun Indonesia telah merdeka, tantangan untuk menjaga kesatuan bangsa tetap ada.

Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa ancaman kini lebih banyak berasal dari dalam diri kita sendiri daripada dari luar.

Prof. Irfan juga mengajak setiap anak bangsa untuk menjadi pahlawan, bukan hanya bagi negara, tetapi juga bagi diri sendiri. Dalam konteks ini, generasi muda dituntut untuk menghadapi tantangan lintas batas yang muncul dari fenomena globalisasi dan teknologi informasi.

Tantangan Generasi Muda di Era Digital

Dunia digital merupakan arena tanpa batas, yang membawa dua sisi: peluang dan ancaman. Dalam pandangan Prof. Irfan, generasi muda harus dibekali dengan pengetahuan yang memadai untuk memanfaatkan teknologi secara positif.

“Menghargai jasa pahlawan juga berarti menggunakan teknologi untuk mempromosikan persatuan dan nilai-nilai patriotisme,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/11/2024).

Dalam era digital ini, penyebaran informasi yang cepat sering kali disertai dengan hoaks dan berita palsu. Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki keterampilan kritis untuk memilah informasi yang benar dan tidak menyebarkan hal-hal negatif yang dapat merusak semangat kebangsaan.

Prof. Irfan menantang generasi muda untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada NKRI dengan cara-cara sederhana, seperti menghafal Pancasila dan menerapkan nilai-nilai luhur dalam aktivitas sehari-hari, terutama di dunia maya.

Baca Lagi: Skandal Seks Pegawai Negeri di Guinea Ekuatorial, Ada Pejabat Tinggi

Lebih jauh, Prof. Irfan mengajak masyarakat untuk meresapi prinsip “hubbul wathan minal iman” (cinta tanah air adalah sebagian dari iman).

Ia menekankan bahwa beriman berarti mencintai tanah air, tidak hanya tanah yang kita huni, tetapi juga tanah tempat para pahlawan berjuang dan gugur.

“Tanpa persatuan, keamanan, dan kestabilan, bangsa ini tidak akan mampu mendukung kebutuhan rakyatnya,” tambahnya.

Menghormati jasa pahlawan adalah bentuk nyata dari rasa syukur terhadap kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Prof. Irfan mengamati bahwa di banyak negara lain, penghargaan terhadap pahlawan mulai memudar, berbeda dengan Indonesia yang masih kuat dalam menjaga nilai-nilai tersebut.

Penghormatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai teladan bagi generasi muda.

Ancaman Terhadap Sejarah dan Identitas Nasional

Prof. Irfan mengingatkan tentang ancaman dari mereka yang mencoba memutarbalikkan sejarah dan mengklaim sebagai pahlawan. Ia menyebut mereka sebagai “pahlawan kesiangan,” yaitu individu yang hanya mencari popularitas dengan memanipulasi sejarah demi kepentingan pribadi.

Ia menekankan pentingnya memiliki sumber informasi yang akurat dan memahami sejarah secara utuh, agar generasi muda tidak terjebak dalam penyesatan informasi yang dapat merusak pemahaman mereka tentang perjuangan dan nilai-nilai para pahlawan.

Memperingati Hari Pahlawan tahun ini, Prof. Irfan mengajak generasi muda untuk menjadi pahlawan masa kini yang menggunakan teknologi dengan bijak untuk membangun rasa cinta tanah air.

“Menggunakan teknologi untuk memviralkan rasa kebersamaan dan rasa patriotisme adalah bagian dari menghargai jasa pahlawan,” ujarnya.

Generasi muda diharapkan dapat mewakili semangat para pahlawan dalam dunia digital. Prof. Irfan berharap, agar mereka dapat terus menginspirasi dan menjaga nilai-nilai luhur bangsa di tengah kemajuan zaman.

“Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan, tetapi ajakan untuk terus menyambung semangat juang para pahlawan bangsa di era modern ini,” katanya.

Tags: Cinta Tanah AirGenerasi MudaHari Pahlawanpahlawan bangsaTeknologi
Previous Post

Netanyahu Pecat Menteri Pertahanan Israel, Picu Protes Massal di Tengah Perang Lawan Hamas

Next Post

Penghargaan TNI: Pionir Kemanusiaan di Filipina

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Penghargaan TNI Pionir Kemanusiaan di Filipina

Penghargaan TNI: Pionir Kemanusiaan di Filipina

Comments 4

  1. Ping-balik: Penghargaan TNI: Pionir Kemanusiaan di Filipina | Garda Nasional
  2. Ping-balik: Banjir Bandang Sebabkan Kerusakan Parah di Banjaran Wetan | Garda Nasional
  3. Ping-balik: Kesiapan KPU: Sirekap Mobile untuk Pilkada 2024 yang Lebih Aman dan Akurat | Garda Nasional
  4. Ping-balik: Waspada Ideologi Kekerasan: Strategi BNPT untuk Lindungi WNI di Kairo | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In