Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Penyebab Islamofobia Adalah Radikal Terorisme, Benarkah?

by Irfan Mualim
14.10.2021
in Nasional
A A
Penyebab Islamofobia Adalah Radikal Terorisme, Benarkah?

JAKARTA – Upaya penanggulangan terorisme yang dilakukan pemerintah, merupakan langkah penyelamatan guna melindungi nilai-nilai Islam dari hal-hal yang bisa menyebabkan terkotorinya ajaran agama Islam.

Hal itu dikatakan Dai Milenial, Habib Husein Ja’far Al Hadar, di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

“Justru penyebab Islamofobia adalah radikal terorisme. Kalau upaya pengentasan radikal terorisme dianggap sebagai sebab munculnya islamophobia,  hal ini adalah logika yang amburadul,” ujarnya.

BACA JUGA

Menghapus Stigma Islamofobia dengan Keberkahan Puasa Ramadan

Menghapus Stigma Islamofobia dengan Keberkahan Puasa Ramadan

22.03.2024
Desk Anti Islamofobia Minta Pemerintah Indonesia Sikapi Pernyataan Politisi India yang Merendahkan Islam dan Nabi Muhammad

Desk Anti Islamofobia Minta Pemerintah Indonesia Sikapi Pernyataan Politisi India yang Merendahkan Islam dan Nabi Muhammad

07.06.2022

Menurut dia, ada dua alasan dasar penyebab masyarakat kerap tidak menyadari dan mudah terpancing kepada gerakan makar, yang bisa memecah persatuan bangsa. Pertama, kurang paham terhadap Islam yang bersumber dari kebodohan.

“Mereka (kelompok atau oknum) itu memahami seolah-olah agama Islam itu harus keras, jihadnya harus berperang dan lain sebagainya,” kata dia.

Kedua, ketidakjernihan dalam hati, sehingga mereka dikotori oleh nafsu, kepentingan pragmatisme dan lain sebagainya. Hal tersebut menyebabkan agama Islam dijadikan alat untuk propaganda kepentingan mereka.

“Kita perlu menyadari bahwa kita memiliki sesuatu yang sangat besar. Indonesia punya Pancasila dari awal sampai sekarang itu abadi. Dimana Pancasila adalah sesuatu yang merukunkan dan mempersatukan kita. Oleh karena itu Pancasila perlu dijaga,” katanya.

Karenanya, untuk  menjaga rahmat dan nikmat yang diberikan Allah SWT serta menjaga diri agar tidak mudah terpapar ideologi lain, maka perlu menyadari bahwa Pancasila adalah sesuatu yang sudah sesuai dengan berbagai nilai-nilai luhur, yakni kemanusiaan, keadilan, dan lain sebagainya.

“Kalau bicara keislaman, Pancasila sudah sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang ada. Pancasila itu tegak lurus dengan piagam Madinah,” ujar dia.

Ia menambahkan, perlu militansi para tokoh agama dan masyarakat secara intensif menyebarkan dan mangajarkan nilai-nilai agama yang moderat, dan nilai kebangsaan sesuai kemampuan dan kapasitasnya masing-masing, baik melalui media sosial, ceramah-ceramah, dan buku-buku yang mereka tulis.

Tidak hanya itu, lanjut Habib Jafar, ada dua prinsip yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, kerjasama antara masyarakat dalam fungsinya secara preventif dan pemerintah yang bertugas menindak tegas sesuai hukum yang ada.

Kedua, pemerintah harus mensupport civil society dalam hal apa saja yang dibutuhkan, untuk bekerja mengatasi radikal terorisme di hulu.

“Pemerintah dan civil society mencari format baru dan kekinian, bagaimana menginternalisasi nilai-nilai Pancasila kepada para pemuda, sehingga ketika ada virus-virus radikal terorisme mereka sudah imun, karena mereka sudah ditatar terlebih dahulu dengan ideologi Pancasila,” katanya.

Tags: IslamofobiaRadikal Terorisme
Previous Post

Jokowi ‘Sentil’ Pertambangan: Jangan Jadi Tukang Gali Saja

Next Post

BNPT: Radikalisme dan Terorisme Mengatasnamakan Islam, Sejatinya Fitnah bagi Islam

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
BNPT: Radikalisme dan Terorisme Mengatasnamakan Islam, Sejatinya Fitnah bagi Islam

BNPT: Radikalisme dan Terorisme Mengatasnamakan Islam, Sejatinya Fitnah bagi Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In