MOROWALI – Hari libur tidak menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Morowali untuk menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
Sabtu (7/11/2026), sejumlah perangkat daerah turun langsung ke Kecamatan Bungku Selatan membawa berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga, mulai dari pasar murah, bantuan sarana perikanan hingga pembagian seragam sekolah gratis.
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan, pemerintah daerah memilih tetap bekerja demi mempercepat penyelesaian program pelayanan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
“Jadi ini Pemerintah Kabupaten Morowali, hari libur pun tetap bekerja. Saking kita mau menyelesaikan program terkait pelayanan masyarakat di Kabupaten Morowali, khususnya kepulauan,” kata Iksan di Aula Kantor Desa Buajangka.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah launching pasar murah di Kecamatan Bungku Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyaluran 10.000 paket sembako yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Morowali untuk masyarakat di 10 kecamatan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Morowali, Aminudin, mengatakan seluruh paket telah dialokasikan ke kecamatan-kecamatan dengan jumlah yang disesuaikan.
“Untuk pasar murah ini, kami ingin melaporkan bahwa ada 10.000 paket sembako yang akan didistribusikan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Morowali,” kata Aminudin.
Setiap paket berisi 10 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir dan 2 liter minyak goreng.
Dari total 10.000 paket tersebut, Kecamatan Bungku Tengah mendapat alokasi terbesar sebanyak 3.000 paket. Sementara Kecamatan Wita Ponda dan Bumi Raya masing-masing mendapat 1.000 paket.
Kecamatan Bungku Barat, Bungku Pesisir dan Bungku Selatan masing-masing memperoleh 800 paket. Bungku Timur dan Bahodopi mendapat masing-masing 700 paket, sedangkan Sombori Kepulauan dan Menui Kepulauan masing-masing menerima 600 paket.
Selain program pasar murah, tiga perangkat daerah juga menjalankan kegiatan pelayanan masyarakat secara bersamaan di Bungku Selatan.
“Hari ini ada tiga dinas yang melaksanakan kegiatan, yang pertama ada Perindag dengan pembagian sembako, kemudian Dinas Perikanan dan Dinas Pendidikan,” jelas Iksan.
Program tersebut mencakup pembagian kebutuhan pokok, bantuan sarana dan prasarana perikanan, serta pembagian seragam sekolah gratis.
Siapkan Rp30 Miliar untuk Jalan Bungku Selatan

Tidak hanya membawa program bantuan dan pelayanan masyarakat, Bupati Morowali juga menyampaikan rencana peningkatan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Morowali, kata Iksan, menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar pada 2027 untuk pengaspalan jalan di Kecamatan Bungku Selatan, termasuk Jalan Lingkar Wilayah Utara Pulau Paku.
Pengaspalan direncanakan menyasar ruas-ruas yang menghubungkan jalan lingkar dengan jalan yang sebelumnya telah diaspal.
“Desa Paku ini insyaallah 2027 semua jalan, jalan lingkar yang menyambungkan aspal lama nanti akan kami aspal. Kita telah menyediakan anggaran kurang lebih Rp30 miliar di 2027. Jadi aspal semua, tidak ada lagi berdebu,” ujar Iksan.
Namun, ia mengatakan realisasi pengerjaan akan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Apabila seluruh ruas jalan belum dapat diselesaikan pada 2027, pembangunan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
“Jadi kita lihat dulu kekuatan daerah. Kalau tidak bisa semua, nanti dilanjutkan di tahun 2028,” tambahnya.
Bagi pemerintah daerah, penyelesaian persoalan pelayanan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga akses pendidikan, dukungan terhadap sektor perikanan dan pembangunan infrastruktur.
“Menyelesaikan masalah di Morowali ini tidak melihat hari libur,” tutup Iksan.











