MOROWALI – Pengalaman Kabupaten Morowali dalam mengembangkan industri pertambangan dan hilirisasi nikel menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Kedua pemerintah daerah tersebut melakukan kunjungan studi ke Kabupaten Morowali untuk melihat langsung perkembangan ekosistem industri, khususnya di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Jumat (6/11/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempelajari pengalaman Morowali dalam membangun kawasan industri berbasis sumber daya alam, yang dinilai memiliki kesamaan potensi dengan Kolaka dan Konawe Utara.
Bupati Kolaka, Amri, mengatakan Morowali memiliki pengalaman lebih panjang dalam pengembangan industri pertambangan dan hilirisasi dibandingkan daerahnya.
Menurutnya, perkembangan IMIP yang mulai dibangun sejak 2013 dapat menjadi referensi bagi Kolaka, yang saat ini juga mengembangkan kawasan industri melalui Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP).
“Yang pasti kunjungan kita punya alasan mendasar. Ada kesamaan antara Morowali dan Kolaka karena ada beberapa indikator terkait pembangunan, termasuk pertambangan dan industri,” ujar Amri saat mengunjungi kawasan IMIP.
Ia menilai pengalaman Morowali dalam membangun ekosistem industri menjadi alasan penting bagi pemerintah daerahnya untuk melihat secara langsung perkembangan kawasan tersebut.
“Dari sisi ekosistem pertambangan ini, Morowali lebih tua dari Kolaka. Tidak salah kita melihat ekosistem yang hari ini menjalankan program hilirisasi,” katanya.
Amri juga berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebatas silaturahmi, tetapi dapat membuka peluang kerja sama antarpemerintah daerah dalam pengembangan sektor industri.
“Jadi (kunjungan) ini bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi ke depan akan ada hal-hal positif yang mungkin kita tingkatkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Morowali,” tuturnya.
Konawe Utara Soroti Potensi Nikel dan Investasi
Sementara itu, Bupati Konawe Utara, Ikbar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Morowali, khususnya Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf, atas fasilitasi selama kegiatan kunjungan berlangsung.
Ia mengaku mendapatkan gambaran langsung mengenai perkembangan industri di kawasan IMIP.
“Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten Morowali, dalam hal ini Pak Iksan, yang telah memfasilitasi kami sampai dengan penghujung kegiatan ini. Di pabrik ini sangat luar biasa,” ujar Ikbar.
Menurut Ikbar, Kolaka, Morowali, dan Konawe Utara memiliki kesamaan potensi sumber daya alam, terutama pada sektor pertambangan nikel.
Ia juga menyebutkan, sekitar 47 persen wilayah Sulawesi Tenggara memiliki potensi tambang nikel.
“Seperti yang disampaikan Bupati Kolaka, ada kesamaan antara Kolaka, Morowali, dan Konawe Utara. Apalagi kita di Sulawesi Tenggara, 47 persen wilayahnya memiliki tambang nikel,” katanya.
Ikbar menegaskan, pengelolaan sumber daya alam ke depan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui kehadiran investasi yang dapat mendorong pembangunan di masing-masing daerah.
Ia turut menyinggung dua agenda besar pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yakni swasembada pangan dan energi.
Menurutnya, pengembangan sektor energi harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan manfaat sumber daya alam bagi masyarakat.
“Pengelolaan sumber daya alam kita di sektor energi harus bisa bermanfaat terhadap masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan investasi di kabupaten masing-masing,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut memperlihatkan adanya perhatian pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara terhadap pengalaman Morowali dalam membangun industri berbasis nikel. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah masing-masing.








