MOROWALI – Asosiasi Pengusaha Jasa Pertambangan (AJP) Kabupaten Morowali resmi terbentuk melalui deklarasi dan musyawarah yang digelar pada Kamis (22/10/2026). Forum musyawarah yang berjalan dinamis tersebut akhirnya menetapkan H. Syahnil Umar sebagai Ketua Umum AJP Morowali untuk masa bakti 2026-2031 secara aklamasi.
Pemilihan ketua sempat diwarnai perbedaan pandangan antara mekanisme pemungutan suara dan aklamasi, dengan dua kandidat yang mengemuka yakni H. Hakim dan H. Syahnil Umar.
Kebuntuan pecah setelah H. Hakim berlapang dada memberikan dukungan penuh, sehingga forum sepakat menetapkan H. Syahnil Umar sebagai nakhoda baru.
Dalam orasinya di hadapan para peserta, Sahnil menegaskan, AJP hadir bukan untuk membangun monopoli atau sekadar mencari zona aman agar terhindar dari aksi unjuk rasa.
Sebaliknya, AJP ditegaskan sebagai rumah bersama untuk mengangkat harkat martabat pengusaha perintis kecil dan menengah agar benar-benar dapat menikmati kesejahteraan di negeri sendiri.
“Alhamdulillah, amanah periode 2026-2031 ini adalah amanah berat. Ini bukan tentang saya, tapi tentang bagaimana teman-teman di bawah bisa naik kelas. Kita harus yakin bisa bersaing,” ujarnya.
Dalam kepengurusannya, H. Syahnil Umar mematok dua strategi marwah utama AJP. Pertama, mengutamakan jasa sektor wilayah izin dengan mendorong para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) agar memprioritaskan pengusaha lokal yang telah memenuhi syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kedua, mendorong transparansi kepemilikan manfaat.
Tidak berhenti di situ, ia juga menyatakan sikap tegasnya untuk mendesak Gubernur Sulawesi Tengah sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah agar men-suspend atau menangguhkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2027 bagi pemegang IUP yang enggan bermitra dengan pengusaha lokal.
Dengan terpilihnya H. Syahnil Umar secara aklamasi untuk periode 2026-2031, musyawarah ini menandai babak baru bagi dunia usaha di Morowali. Para pengusaha lokal kini menyatu dalam satu barisan, bersinergi, dan siap bertumbuh bersama untuk menjadi tuan rumah di tanah kelahiran sendiri.











