JAKARTA – TNI mengerahkan pesawat Hercules untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang, Sumatera Selatan, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (22/10/2026).
Memasuki hari ketujuh operasi, TNI melaksanakan enam sortie penerbangan dengan membawa 7,2 ton dry ice dan 10,2 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl).
Kepala Bidang Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/10/2026) mengatakan, pesawat Hercules diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk mendukung pelaksanaan OMC di kedua wilayah tersebut.
Penggunaan dry ice dalam operasi ini difokuskan untuk membantu mengurai asap yang terperangkap di dekat permukaan tanah. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengangkat asap agar menyebar terbawa angin.
Sementara itu, garam semai digunakan untuk mendukung proses modifikasi cuaca melalui penyemaian awan sesuai kondisi atmosfer dan kebutuhan operasi.
Pelaksanaan OMC secara berkelanjutan merupakan bagian dari upaya TNI bersama instansi terkait untuk mendukung penanggulangan karhutla, mengurangi dampak kabut asap, serta membantu pemulihan kualitas udara di wilayah terdampak.
Namun, efektivitas operasi terhadap penurunan kabut asap tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan perlu dievaluasi melalui pemantauan kualitas udara di wilayah sasaran.















