Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Refleksi Semangat Toleransi Jelang Pemilu 2024: Menghidupkan Nilai Agama dalam Proses Bernegara

by Irfan Mualim
08.02.2024
in Nasional
A A
Refleksi Semangat Toleransi Jelang Pemilu 2024: Menghidupkan Nilai Agama dalam Proses Bernegara

JAKARTA – Menjelang Pemilu 2024, isu persatuan dan kesatuan bangsa kembali menjadi sorotan. Di tengah maraknya propaganda perpecahan di ruang digital, penting untuk kembali merefleksikan nilai-nilai keagamaan dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

Terkait hal ini, Prof. Bambang Qomaruzzaman, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, memaparkan pandangannya tentang bagaimana ajaran agama dapat menjadi panduan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan pilihan politik.

Prof. Bambang menjelaskan, konsep Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dapat dijadikan model kontestasi yang damai dalam Pemilu. Dengan demikian, masyarakat Indonesia bisa merasakan proses pergantian kepemimpinan dengan aman dan damai.

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Kepala Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas

Menggali Keberagaman: Strategi Memperkuat Toleransi antarumat Beragama di Indonesia

23.01.2025

“Fastabiqul bukan duel yang harus mengalahkan, membuat malu, atau mematikan lawan. Istabaqa dibangun atas kesadaran ada banyak yang baik, karena itu harus dicari mana yang terbaik,” ujarnya di Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Sayangnya, lanjut Prof Bambang, pola pikir zero-sum game seringkali mewarnai kontestasi politik di Indonesia, di mana kemenangan satu pihak dianggap sebagai kekalahan pihak lain.

Menurut Ketua Prodi Doktor Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, Pemilu bukanlah zero-sum game, Pemilu harus dianggap sebagai fastabiqul khairat yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan dan kerukunan rakyat Indonesia.

Ia menekankan, agama mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam Pemilu yang damai dan bermartabat.

“Pemilu harus diniatkan seperti shalat, diawali dengan suci dari kedengkian dan kebencian, dilakukan dengan terus-menerus menghadirkan yang Ilahi, dan diakhiri dengan hasil yang menciptakan damai bagi seluruhnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa agama juga mendorong terciptanya pemimpin yang adil dan berintegritas, yang mampu memimpin bangsa dengan penuh kedamaian. Lulusan S3 Jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia (2009) ini berpendapat bahwa penyelenggara Pemilu yang damai bukanlah hal mustahil selama tiap pihak yang terlibat menghadirkan ajaran agama pada segala langkahnya.

Prof. Bambang menjelaskan, bahwa Islam Sunni memiliki kriteria menarik mengenai pemimpin yang harus dipilih, yakni yang adil.

“Siapapun yang menampakkan kepemilikan karakter keadilan dapat dipilih menjadi pemimpin. Siapapun itu. Pada pemilu 2024, ketiga capres dan Cawapres memiliki posisi dan peluang yang sama di mata Islam,” kata dia.

Ketiga pasangan calon ini, lanjutnya, harus dinilai untuk kemudian dipilih. Seharusnya, tak ada satupun calon yang dianggap mewakili Islam atau bahkan memonopoli agama tertentu, seolah menjadi manifestasi perintah Tuhan dan menggunakan pseudo-dogma ini untuk memenangkan dirinya sendiri.

“Pada perhelatan ini, rakyat bertindak sebagai juri dalam musabaqah. Tentulah ada pilihan yang berbeda, sesuai dengan selera dan tingkat pemahaman terhadap calon. Perbedaan pilihan seharusnya tidak membuat yang satu membenci yang lain, semuanya hanyalah ikhtiar ijtihadi,” imbuhnya.

Prof. Bambang mengajak masyarakat untuk mengedepankan perdamaian di atas perbedaan pilihan politik. “Kedamaian akan menciptakan suasana berbangsa yang dapat mendukung pelaksanaan ajaran agama. Kedamaian lebih penting dari kemenangan sesaat,” ujarnya.

Dirinyapun mengajak masyarakat Indonesia secara luas untuk ber-muhasabah. Apakah pihak yang terlibat telah mempertimbangkan hadirnya perdamaian dan kerukunan sebelum mengajak orang lain mengikuti pilihan? Apakah kampanye yang dilakukan menciptakan konflik horizontal atau tidak?

“Setelah pemilu, kita masih butuh saudara, teman-teman, dan para tetangga. Jika mereka terluka karena pilihan kita, maka hidup akan terasa sempit dan penuh konflik,” ujarnya.

Prof. Bambang berharap Pemilu 2024 dapat berjalan dengan damai dan sukses. Perlu diingat setelah semua proses Pemilu 2024 ini dilalui oleh rakyat Indonesia, mereka harus melanjutkan kehidupannya seperti sedia kala.

“Beda pilihan itu pasti, karena likulli wijhatun huwa mawliha (setiap umat mempunyai kiblat pilihannya masing-masing yang dia menghadap kepadanya), jadi perbedaan pilihan itu pasti. Namun kita harus menjadikan perbedaan kiblat pilihan sebagai ajang fastabiqul khairat (berusaha menjadi yang pertama dalam setiap kebaikan),” harapnya.

Dirinya berpesan agar umat beragama harus menjadikan damai atas nama Tuhan sebagai sangkan-paraning dumadi (agar seseorang dapat mengenali dirinya sendiri). Penyelenggara harus menciptakan suasana damai, tidak melakukan tindakan yang dapat memancing kecurigaan.

“Para paslon capres-cawapres harus tampil sebagai sosok penuh kedamaian, karena ucapan dan perilakunya dapat menginspirasi para pendukungnya. Paslon yang ucapan dan perilakunya memancing kedamaian, dialah yang memenangkan fastabiqul khairat,” pungkas Prof. Bambang.

Tags: Pemilihan Umum (Pemilu)PemiluToleransi
Previous Post

BNPT RI Gandeng K-PTIK Hadirkan Warung NKRI Digital

Next Post

Cegah Dini Penularan HIV/AIDS, untuk KRI Diponegoro-365

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Cegah Dini Penularan HIV/AIDS, untuk KRI Diponegoro-365

Cegah Dini Penularan HIV/AIDS, untuk KRI Diponegoro-365

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In