JAKARTA – Praktik judi online (judol) kian nekat dan menyusup hingga ke lingkungan militer. Penggerebekan markas operator judi online di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, memicu reaksi keras dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Orang nomor satu di Angkatan Darat itu menegaskan, tidak ada toleransi bagi prajurit yang menyalahgunakan fasilitas negara untuk aktivitas ilegal.
Penggerebekan yang berlangsung di Jalan Sederhana 7, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, terjadi pada Minggu pagi (4/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Aksi penindakan ini berawal dari laporan warga lokal yang curiga terhadap aktivitas tertutup di dalam rumah dinas tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi penindakan diterjunkan langsung oleh tim khusus dari Polda Metro Jaya dengan dukungan kepolisian setempat.
Dari lokasi penggerebekan, petugas berhasil mengamankan 11 orang yang diduga berperan sebagai operator judi online.
Aparat juga mengamankan barang bukti berupa 32 unit komputer PC, 14 unit ponsel, serta 9 lembar KTP yang digunakan untuk menunjang operasional judi daring tersebut.
Rumah dinas itu ketahui merupakan aset milik Kasi Intel Gartap 1 Jakarta, Letkol Inf Arman Jab, yang disewakan kepada para tersangka.
Menanggapi peristiwa membagongkan yang terjadi di area kompleks tentara tersebut, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan pernyataan tegas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita pasti respons cepat. Sudah, pasti cepat. Kalau kita cepat, lah,”* tegas Maruli di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Sikap tegas jenderal bintang empat ini menjadi sinyal kuat, bahwa institusi TNI tidak akan menutup-nutupi atau melindungi oknum anggota aktif yang terbukti memfasilitasi maupun terlibat dalam jaringan judi online.
Kasus penyalahgunaan rumah dinas sebagai markas judi online, menjadi tamparan keras sekaligus momentum pembenahan dalam tata kelola dan pengawasan aset-aset perumahan militer.
Kasus ini juga memperkuat wacana publik mengenai pentingnya penindakan judi online hingga ke akar-akarnya, termasuk dalam pembahasan urgensi penyitaan aset hasil kejahatan digital.
Pihak kepolisian bersama internal TNI kini terus melakukan pendalaman guna membongkar jaringan utama di balik operasional markas judol tersebut serta memastikan proses hukum berjalan transparan tanpa pandang bulu.















