JAKARTA – Gelombang dukungan terhadap film edukasi kebangsaan Ageman terus bergulir deras. Kali ini, apresiasi dan dukungan penuh datang dari Ketua Komunitas Pancasila Dasar NKRI, K.P. Eri Ratmanto Dwijonagoro.
Komunitas yang aktif menggelar safari kebudayaan dan edukasi hukum ini menilai, Ageman hadir bukan sekadar hiburan visual biasa di layar lebar, melainkan media refleksi moral yang teramat kuat dan relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
K.P. Eri mengatakan, narasi yang diusung dalam film Ageman bernapas selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila mulai dari merawat persatuan, menghormati tradisi, hingga mengokohkan identitas kebangsaan di tengah gempuran tren modernisasi.
“Film Ageman adalah karya yang luar biasa. Di tengah gempuran tren modernisasi, film ini hadir sebagai pengingat akan pentingnya akar budaya dan nilai-nilai luhur Nusantara,” ujar K.P. Eri dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Kekuatan utama film ini, menurut Eri, terletak pada kemampuannya memotret realitas sosial dan kearifan lokal secara jujur dan mendalam.
Pendekatan sinematik yang ciamik ini dinilai efektif menyentuh sanubari penonton sekaligus menyemaikan pemahaman moral secara luwes.
Melihat besarnya potensi edukasi di dalamnya, Komunitas Pancasila Dasar NKRI mendesak agar jangkauan penayangan Ageman tidak hanya berhenti di tingkat lokal, tetapi diperluas hingga ke pemirsa nasional.
“Kami menilai film Ageman sangat layak untuk diputar secara nasional di seluruh Indonesia. Pesan di dalamnya harus didengar oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar kita senantiasa hidup rukun, aman, dan damai,” tegasnya.
Dukungan ini diharapkan menjadi stimulan bagi kementerian dan lembaga negara seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Kementerian Agama (Kemenag), Kemendikbudristek, hingga Kemendagri untuk saling berkolaborasi memfasilitasi penayangan massal serta ruang diskusi film Ageman di berbagai pelosok Tanah Air.















