Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Jihad dan Radikalisasi: Menghadapi Ancaman di Balik Narasi Suriah

by Irfan Mualim
19.12.2024
in Nasional
A A
M. Najih Arromadloni (Gus Najih)

JAKARTA – Dalam menjaga stabilitas negara Indonesia, penting untuk memahami kompleksitas narasi yang berkembang seputar seruan jihad. Konflik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya di Suriah, sering kali dipolitisasi dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk kepentingan kelompok tertentu. Fenomena ini tak jarang menyeret masyarakat Indonesia ke dalam ajakan untuk “hijrah” ke negeri konflik di bawah label jihad.

M. Najih Arromadloni, seorang alumnus Suriah dan pakar di bidang kajian radikalisasi, menjelaskan situasi di Suriah adalah hasil dari konflik berkepanjangan yang akhirnya mengakibatkan tergulingnya Presiden Bashar Al-Assad.

“Kelompok seperti Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) tengah mengeksploitasi ketidakpuasan masyarakat dengan membingkai perjuangan mereka sebagai jihad. Namun, tindakan mereka sering kali lebih berorientasi pada ambisi politik dibandingkan dengan murni keagamaan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/12/2024).

BACA JUGA

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

28.07.2025
Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025

Baca Juga: Waspada Ajakan Berjihad ke Suriah

Gus Najih menambahkan, proses destabilisasi yang terjadi di Suriah menunjukkan betapa radikalisasi dapat memicu konflik berkepanjangan yang mengorbankan banyak nyawa.

“Struktur sosial yang ada sebelumnya rusak total akibat perbuatan kelompok HTS, yang menciptakan ketegangan antar kelompok agama yang berbeda,” kata dia.

Penting untuk dicatat bahwa ideologi radikalisasi berasal dari pemahaman agama yang sempit. Ini membuka celah bagi penyimpangan makna jihad yang seharusnya merupakan sebuah konsep yang lebih luas, mencakup segala bentuk kebaikan yang dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Jihad tidak selalu berarti peperangan. Membangun masyarakat yang lebih baik melalui pendidikan, ekonomi, dan sosial juga merupakan bagian dari jihad yang benar,” tegasnya.

Penyimpangan istilah jihad sering ditemukan dalam konteks kepentingan politik yang menggunakan istilah keagamaan secara serampangan. Hal ini menciptakan kesan bahwa hanya kelompok tertentu yang benar, sementara yang lain dianggap salah. Terlebih lagi, dengan memanfaatkan istilah keagamaan, narasi yang digunakan dapat mencederai hubungan antara negara dan agama.

Baca Lagi: Sertifikasi LSP BNPT: Langkah Strategis dalam Penanggulangan Terorisme di Indonesia

Sebagai Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PBNU, Gus Najih menjelaskan, hubungan antara agama dan negara seharusnya saling melengkapi, sebagaimana dikatakan Imam Ghazali bahwa keduanya adalah saudara kembar.

Dalam perspektif Gus Najih, nilai-nilai agama sudah terintegrasi dalam kebijakan negara sejak dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 disusun.

“Mencintai tanah air adalah bagian dari iman,” ujarnya merujuk pada slogan “Hubbul Wathan Minal Iman.”

Di tengah keragaman masyarakat Indonesia yang pluralistik, kewaspadaan terhadap narasi yang membenturkan agama dan negara sangatlah penting.

“Pemahaman makna jihad secara komprehensif dan penerapan prinsip toleransi serta inklusivitas adalah langkah krusial untuk memerangi radikalisasi dan terorisme,” katanya.

Gus Najih berharap, masyarakat Indonesia dapat membangun kerukunan antarumat beragama sebagai bentuk pertahanan nasional terhadap potensi perpecahan. Harapannya adalah agar konflik yang terjadi di Timur Tengah tidak mengancam rasa toleransi yang telah ada.

Ia menambahkan, strategi kontra radikalisasi sangat penting dalam melawan paham radikal. Program-program yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan toleransi telah dikembangkan oleh pemerintah Indonesia melalui berbagai lembaga terkait.

“Mengandalkan tokoh agama dan masyarakat sipil dalam dialog antaragama adalah langkah yang perlu untuk menciptakan kesadaran atas bahaya ideologi radikal,” jelas dia.

Dalam menghadapi narasi yang tidak seimbang dan manipulatif mengenai jihad, edukasi menjadi kunci. Masyarakat perlu dibekali dengan pemahaman yang benar tentang jihad, untuk mencegah mereka terjebak dalam retorika yang menyesatkan.

Dengan demikian, Indonesia dapat meminimalisir pengaruh kelompok ekstremis dan memastikan bahwa keamanan serta stabilitas negara tetap terjaga.

Tags: Hay'at Tahrir al-ShamIndonesiaJihadRadikalisasiSuriah
Previous Post

Kemhan RI Hati-hati Adopsi Teknologi AI dalam Alutsista TNI

Next Post

Presiden Rusia Kecam Ukraina Usai Jenderal Igor Kirillov Tewas

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Presiden Rusia, Vladimir Putin

Presiden Rusia Kecam Ukraina Usai Jenderal Igor Kirillov Tewas

Comments 8

  1. Ping-balik: | Garda Nasional
  2. Ping-balik: Kemhan RI Hati-hati Adopsi Teknologi AI dalam Alutsista TNI | Garda Nasional
  3. Ping-balik: Presiden Rusia Kecam Ukraina Usai Jenderal Igor Kirillov Tewas | Garda Nasional
  4. Ping-balik: BNPT Serahkan Sertifikat Keamanan untuk 16 Objek Vital Strategis dalam Upaya Cegah Terorisme | Garda Nasional
  5. Ping-balik: Prabowo Subianto Dukung Gencatan Senjata: Mesir sebagai Katalis Perdamaian Palestina-Israel | Garda Nasional
  6. Ping-balik: Waspadai Kebangkitan Hayat Tahrir al-Sham, Pasca Rezim Assad Tumbang | Garda Nasional
  7. Ping-balik: BNPT dan Pemkab Bekasi Terapkan Program Sinergisitas untuk Deradikalisasi | Garda Nasional
  8. Ping-balik: Eks Napiter: Kemenangan HTS di Suriah Adalah Kemenangan Rakyat, Bukan Khilafah | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In