MOROWALI – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, didorong untuk segera beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat daya saing produk lokal di tengah dinamika ekonomi modern.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Talent Innovation Hub Reguler yang diselenggarakan oleh Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari di Poedjok Rumah Cafe, Bungku, Rabu (4/11/2026). Acara strategis ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Morowali, Ahmad yang hadir mewakili Bupati Morowali.
Dalam sambutannya, Ahmad menekankan besarnya potensi ekonomi dan investasi di Kabupaten Morowali harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga didorong agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang mandiri.
“Potensi ekonomi daerah harus diimbangi kualitas SDM. Kami berharap Talent Innovation Hub ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia,” ujar Ahmad.
Sementara itu, Kepala BPKK Kendari, Mashur Malaka menjelaskan, program ini dirancang lebih dari sekadar pelatihan biasa. Kegiatan tersebut merupakan langkah awal pembinaan dan pendampingan usaha secara berkelanjutan melalui skema inkubasi bisnis.
Dalam kesempatan yang sama, para peserta juga diperkenalkan dengan peluang mengikuti program Tenaga Kerja Mandiri (TKM), termasuk tata cara dan persyaratan untuk mengakses dukungan permodalan dari pemerintah.
Mashur menegaskan, pemanfaatan teknologi digital dan AI sangat penting untuk membantu aktivitas bisnis, mulai dari strategi pemasaran, promosi, pengembangan produk, hingga pengelolaan keuangan usaha.
Transformasi digital dinilai sebagai kebutuhan mutlak agar pelaku UMKM lokal tidak tertinggal dalam perubahan pola pasar saat ini. Pemerintah daerah dan BPKK Kendari berharap program ini mampu melahirkan wirausaha yang mandiri, inovatif, serta berdaya saing tinggi di kancah regional maupun nasional.










