MOROWALI – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, mengapresiasi progres pembangunan kawasan industri PT International Green Industrial Park (IGIP) di Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Namun, di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri tersebut, Iksan mengingatkan agar pertumbuhan investasi tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.
Pesan itu disampaikan Iksan saat melakukan kunjungan langsung ke kawasan industri IGIP, Jumat (30/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.
Iksan menilai, perkembangan pembangunan IGIP dalam kurun waktu tiga bulan terakhir menunjukkan kemajuan yang luar biasa.
“Pembangunannya dalam tiga bulan sudah sangat luar biasa. Saya ingat sekali waktu itu kami diundang pada pembangunan tahap awalnya dan diundang lagi di tahap keduanya. Artinya, pembangunan yang dilakukan sangat besar,” ujar Iksan.
Meski mengapresiasi perkembangan investasi tersebut, ia menegaskan, masyarakat di sekitar kawasan harus menjadi bagian dari pertumbuhan industri.
Menurutnya, jangan sampai pembangunan kawasan industri berkembang pesat, sementara masyarakat yang berada di lingkar kawasan justru tidak memperoleh manfaat yang sebanding.
Iksan mengaku telah berkoordinasi dengan kepala desa, camat, serta pihak pengelola kawasan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam perkembangan industri di wilayah tersebut.
“Saya menitipkan agar daerah di sekitar kawasan ini harus tumbuh bersama. Jangan hanya industrinya yang tumbuh pesat, tetapi masyarakat atau lingkar tambangnya juga harus menjadi sasaran dalam urusan pemberdayaan,” tegasnya.
Pendidikan dan SDM Lokal Jadi Perhatian

Selain pembangunan fisik, Iksan juga memberikan perhatian terhadap program peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang dijalankan IGIP.
Dalam kunjungan tersebut, ia melihat sejumlah kegiatan pendidikan dan edukasi bagi anak-anak, termasuk pembelajaran bahasa Mandarin serta edukasi pencegahan perundungan atau anti-bullying.
Ia menilai program tersebut merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter anak sejak dini.
Menurut Iksan, pembekalan pengetahuan dan keterampilan sejak usia sekolah merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
Ia juga mengapresiasi pelatihan yang menjangkau anak-anak hingga tingkat kelas VI sekolah dasar.
Iksan berharap program pendidikan dan edukasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan penerima manfaat yang semakin luas.
Ia turut mendorong perusahaan-perusahaan lain di kawasan industri Morowali agar menghadirkan program serupa sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM masyarakat setempat.
Pemberdayaan Masyarakat Perlu Dikawal

Dorongan Bupati Morowali agar masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat pembangunan industri menjadi perhatian penting di tengah perkembangan investasi di wilayah Sambalagi.
Sebelumnya, pada 30 September 2026, Front Masyarakat Sambalagi Menggugat (FMSM) menggelar aksi di kawasan IGIP dengan menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain terkait pemberdayaan masyarakat lokal, ketenagakerjaan, dan persoalan lingkungan.
Tuntutan tersebut menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait.
Di sisi lain, upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui program pendidikan dan pelatihan juga telah diberitakan. Pada 21 Oktober 2026, ANTARA melaporkan bahwa IGIP memfasilitasi 19 pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea untuk mengikuti program pembelajaran di Tiongkok.
Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan SDM lokal sebagai salah satu aspek yang perlu berjalan beriringan dengan pembangunan kawasan industri.
Ke depan, keberhasilan pengembangan IGIP tidak hanya diharapkan terlihat dari besarnya investasi dan kemajuan pembangunan kawasan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat sekitar memperoleh kesempatan kerja, akses peningkatan keterampilan, serta manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan demikian, pertumbuhan industri di Morowali dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia daerah.
















