Garda Nasional
No Result
View All Result
Minggu, 25 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Cegah Radikalisme di Kampus, Unila Siapkan Kuliah Umum Bersama Kepala BNPT dan Pendiri NII Crisis Center

by Irfan Mualim
25.10.2026
in Nasional
A A
Kantor Rektorat Universitas Lampung

Kantor Rektorat Universitas Lampung

BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) menyiapkan kuliah umum kebangsaan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 27 Oktober 2026, itu akan menghadirkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol. Eddy Hartono dan Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan.

Universitas Lampung (Unila) memperkuat upaya membangun lingkungan akademik yang inklusif, damai, dan terbuka terhadap perbedaan melalui agenda kuliah umum kebangsaan.

Kegiatan bertajuk “Sinergi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Lingkungan Perguruan Tinggi” tersebut direncanakan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Selasa (27/10/2026).

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat wawasan kebangsaan, sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyikapi narasi yang mengarah pada intoleransi dan kekerasan.

“Perguruan tinggi memiliki peran vital sebagai benteng moral. Melalui kuliah umum ini, kami ingin memastikan mahasiswa Unila tidak mudah terpapar narasi yang memecah belah maupun paham radikal yang kini kian masif menyusup melalui ruang digital dan media sosial,” ujar Lusmeilia, Minggu (25/10/2026), sebagaimana dikutip dalam keterangan yang diberikan.

Menurut Rektor, kebebasan akademik harus tetap menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berpikir kritis, bertukar gagasan, dan menghargai perbedaan. Pada saat yang sama, kampus perlu membangun pemahaman tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.

Dalam agenda tersebut, Kepala BNPT diproyeksikan memaparkan perkembangan ancaman terorisme, pola penyebaran paham ekstrem, serta pendekatan pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan perguruan tinggi.

Materi tersebut diharapkan membantu mahasiswa dan dosen memahami persoalan secara lebih utuh, termasuk bagaimana menyikapi informasi di media sosial yang berpotensi mendorong kebencian atau membenarkan kekerasan.

Sementara itu, Ken Setiawan dijadwalkan menyampaikan pengalaman mengenai pola pendekatan dan perekrutan kelompok radikal, khususnya yang menyasar kalangan muda.

Penyampaian pengalaman tersebut diharapkan memberi gambaran tentang pentingnya mengenali proses penyebaran ideologi kekerasan tanpa terburu-buru memberi stigma kepada individu atau kelompok tertentu.

Pencegahan intoleransi dan terorisme di perguruan tinggi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Upaya tersebut juga membutuhkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, ruang diskusi yang terbuka, serta mekanisme pendampingan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan.

Kampus juga perlu memastikan bahwa upaya pencegahan tidak mengaburkan perbedaan antara kritik, perbedaan pandangan, dan tindakan yang benar-benar mengarah pada kekerasan.

Dengan pendekatan yang proporsional, mahasiswa dapat belajar mengenali risiko sekaligus mempertahankan kebebasan akademik sebagai bagian penting dari kehidupan perguruan tinggi.

Melalui agenda tersebut, Unila berharap penguatan wawasan kebangsaan dapat menjadi bagian dari pembentukan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman.

Tags: Bandar LampungEddy HartonoKen SetiawanPendidikan TinggiRadikalismeTerorismeUnilaUniversitas LampungWawasan Kebangsaan
Previous Post

Produksi Nikel Morowali Terancam Dipangkas, Ini Penyebabnya

BERITA TERKAIT

Ilustrasi Produksi Nikel Morowali Terancam Dipangkas

Produksi Nikel Morowali Terancam Dipangkas, Ini Penyebabnya

25.10.2026
Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Sudah 4 Kali Kontrak tetapi Belum Jadi Karyawan Tetap? Ini yang Perlu Diketahui Buruh

24.10.2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

16.10.2026
Nursalim Z. A Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali

Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali Jangan Jadi Penonton di Tengah Gemerlap Industri Tambang

Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Kantor Rektorat Universitas Lampung

Cegah Radikalisme di Kampus, Unila Siapkan Kuliah Umum Bersama Kepala BNPT dan Pendiri NII Crisis Center

25.10.2026
Ilustrasi Produksi Nikel Morowali Terancam Dipangkas

Produksi Nikel Morowali Terancam Dipangkas, Ini Penyebabnya

25.10.2026
Nursalim Z. A, Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali sekaligus Pengurus HIPKA Morowali

HIPKA Morowali dan Tantangan Pengusaha Lokal Menembus Rantai Pasok Industri

24.10.2026
Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Sudah 4 Kali Kontrak tetapi Belum Jadi Karyawan Tetap? Ini yang Perlu Diketahui Buruh

24.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Cegah Radikalisme di Kampus, Unila Siapkan Kuliah Umum Bersama Kepala BNPT dan Pendiri NII Crisis Center
  • Produksi Nikel Morowali Terancam Dipangkas, Ini Penyebabnya
  • HIPKA Morowali dan Tantangan Pengusaha Lokal Menembus Rantai Pasok Industri

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In