MOROWALI – Gangguan pasokan listrik yang terus berulang di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mulai memberikan dampak signifikan terhadap pelaku usaha pertanian berbasis hidroponik. Selain mengancam penurunan volume produksi, kondisi ini memaksa petani merogoh kocek lebih dalam untuk menanggung tambahan biaya operasional.
Dampak kelistrikan yang belum stabil ini dirasakan langsung oleh Ilham, salah seorang pelaku usaha hidroponik asal Kecamatan Bungku Timur, Morowali.
Kepada GardaNasional.co.id, Ilham menuturkan ketidakstabilan pasokan listrik sebenarnya telah dialaminya sejak awal memulai usaha. Namun, situasinya kian memburuk sepanjang periode 2024 hingga 2026.
“Sejak kami berhidroponik listrik tidak pernah stabil. Namun parahnya di 2024–2026,” ujarnya di Morowali, Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, terhentinya aliran listrik berdampak langsung pada kelangsungan tanaman hidroponik sekaligus membengkaknya beban pengeluaran.
Demi menjaga agar sirkulasi nutrisi tanaman tetap berjalan saat pemadaman terjadi, dirinya terpaksa menyiagakan mesin genset dan membeli bahan bakar secara rutin.
“Penurunan produksi, tambahan biaya itu beli genset, dan beli bensin,” katanya.
Untuk pengadaan alat pendukung, kata Ilham, harga genset yang dibutuhkan berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per unit.
Sementara untuk operasional harian saat pemadaman berlangsung, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) genset mencapai 5 hingga 8 liter per hari. Jika dikalkulasikan, pengeluaran untuk pembelian bensin saja bisa menyedot biaya Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari.
Beban tersebut kian menguras modal usaha lantaran gangguan pasokan listrik terjadi berulang kali. Ilham memperkirakan total tambahan biaya operasional yang harus ia tanggung bisa membengkak hingga Rp4 juta sampai Rp5 juta dalam sebulan.
Menanggapi keluhan tersebut, kepastian mengenai penyebab ketidakstabilan pasokan serta langkah konkret penanganan dari pihak PT PLN (Persero) sangat dinantikan oleh masyarakat pelaku usaha.
Redaksi GardaNasional.co.id telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Manajer/Kepala PLN ULP Bungku melalui pesan instan WhatsApp guna meminta tanggapan resmi terkait dinamika kelistrikan di Morowali. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons resmi yang diterima redaksi.
GardaNasional.co.id tetap memberikan ruang terbuka bagi PLN ULP Bungku maupun jajaran PLN terkait untuk memberikan hak jawab, penjelasan, serta klarifikasi atas kondisi ini.












