JAKARTA – Di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang mendekati level terlemah sejarah di kisaran Rp18.186 per dolar AS, Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan pimpinan lembaga ekonomi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026), untuk memperkuat koordinasi dan mengamankan stabilitas perekonomian nasional.
Pertemuan penting ini dilangsungkan di tengah dinamika pasar keuangan, di mana nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan berat dan pasar saham domestik bergerak fluktuatif.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pejabat mulai berdatangan ke kompleks Istana Kepresidenan sejak pukul 13.15 WIB. Sejumlah tokoh kunci sektor ekonomi yang hadir di antaranya Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia turut dilaporkan mendatangi Istana pada hari yang sama.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengungkapkan, pertemuan tersebut merupakan agenda koordinasi rutin tim ekonomi guna memantau serta memperbarui perkembangan indikator makroekonomi nasional.
“Untuk bertemu dan mengupdate (kondisi ekonomi), agar bisa mengamankan supaya kondisi ekonomi kita lebih optimal,” ujar Rosan di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Sementara itu, Menteri Keuangan, Suahasil Nazara belum membeberkan secara terperinci materi yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat terbatas tersebut.
“Diundang rapat ke Istana, nantilah kita omongin habis meeting ya,” ucap Suahasil singkat.
Tekanan Nilai Tukar dan Dinamika IHSG Pemanggilan jajaran tim ekonomi ini tidak terlepas dari pergerakan nilai tukar rupiah yang mendapat perhatian luas pelaku pasar.
Berdasarkan data terminal Bloomberg pada perdagangan Senin (2/11/2026), rupiah sempat menyentuh level Rp18.186 per dolar AS, yang kian mendekati posisi terlemah sepanjang sejarah.
Sementara itu, data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat posisi rupiah berada di level Rp18.161 per dolar AS pada hari yang sama, melemah dibanding posisi sebelumnya pada 30 Oktober 2026 yang tercatat di level Rp18.138 per dolar AS.
Di tengah tekanan nilai tukar tersebut, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan dinamika yang cukup tinggi. Pada sesi pertama perdagangan Senin, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 4.981 sebelum akhirnya berbalik menguat sebesar 0,95 persen atau naik 48,12 poin ke level 5.105,20 pada penutupan sesi pertama.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, menilai saat ini para pelaku pasar sedang menanti rilis sejumlah data ekonomi domestik penting, termasuk data inflasi dan neraca perdagangan. Menurutnya, sentimen pasar juga masih sangat dipengaruhi oleh aksi jual yang dilakukan oleh investor asing di pasar saham domestik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun kementerian terkait yang merinci hasil konkret dari rapat terbatas tersebut.

















