JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APBMI Kabupaten Morowali, Yusuf, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Capt H. Juswandi Kristanto sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (DPP APBMI) periode 2026–2031, membuka babak baru bagi organisasi tersebut.
Bagi pelaku usaha bongkar muat di Morowali, kepemimpinan lima tahun ke depan, juga menjadi momentum untuk membawa persoalan daerah, terutama terkait aturan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
Harapan itu disampaikan Yusuf usai Capt H. Juswandi Kristanto terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX APBMI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Yusuf mengatakan, aspirasi soal Tersus dan TUKS menjadi salah satu isu yang perlu mendapat ruang pembahasan dalam organisasi, terutama karena tata kelola terminal berkaitan dengan aktivitas kepelabuhanan dan keberlangsungan usaha perusahaan bongkar muat.
” Besar harapan kami, kepada Ketua terpilih DPP APBMI, untuk lima tahun kedepan, kiranya memperhatikan aturan-aturan yang mengenai terminal khusus (Tersus) dan TUKS,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Regulasi mengenai kedua jenis terminal tersebut, antara lain diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 52 Tahun 2021 tentang Terminal Khusus dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri.
Pembahasan mengenai pelaksanaan regulasi tersebut perlu mempertimbangkan ketentuan perizinan, fungsi terminal, keselamatan pelayaran, serta aturan kepelabuhanan yang berlaku.
Menurut Yusuf, pembahasan lebih lanjut perlu melibatkan pelaku usaha, pengurus APBMI, serta instansi pemerintah yang berwenang.
“Penjelasan konkret mengenai kendala di lapangan, akan membantu memastikan bahwa aspirasi yang dibawa ke tingkat pusat benar-benar menjawab kebutuhan anggota,” katanya.
Bagi dunia usaha, lanjut dia, kepastian aturan menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan kegiatan secara tertib dan berkelanjutan. Di sisi lain, tata kelola terminal juga harus memperhatikan keselamatan pelayaran, fungsi terminal, perizinan, serta ketentuan kepelabuhanan yang berlaku.
Sekadar diketahui, Munas IX APBMI mengusung tema “Meningkatkan Kemitraan APBMI dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Mewujudkan Ekosistem Kepelabuhanan yang Efisien dan Berdaya Guna”.
Musyawarah Nasional (Munas) ke -IX tahun ini di hadir Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol (Purn) Suntana; Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Achmad Muchtasyar; Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Capt Subandi; Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan (ABUPI), Liana Trisnawati; Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan.
Disamping itu, Munas tersebut di hadiri lebih dari 500 orang peserta dan peninjau, yang terbagi 22 DPW, 65 DPC, dan 4 PPC yang tersebar di seluruh indonesia.













