Garda Nasional
No Result
View All Result
Sabtu, 31 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Daerah

Mediasi Konflik Lahan Petani dan PT Vale, Bupati Morowali Tegas Larang Buka Lahan Baru

by Irfan Mualim
29.10.2026
in Daerah, Nasional
A A
Bupati Morowali Iksan memediasi konflik lahan petani dan PT Vale di Desa Bahomote

Bupati Morowali Iksan memediasi konflik lahan petani dan PT Vale di Desa Bahomote

MOROWALI – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, meminta masyarakat menghentikan pembukaan lahan baru dan tidak melakukan pembakaran di tengah konflik pengelolaan lahan yang melibatkan Aliansi Masyarakat Petani Bersatu dan PT Vale Indonesia Tbk.

Permintaan tersebut disampaikan dalam mediasi yang berlangsung di Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Kamis (29/10/2026).

Pemerintah daerah meminta aktivitas di lokasi yang dipersoalkan, dihentikan sementara sambil menunggu arahan dan proses penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani pada kegiatan Rapimnas Kadin Indonesia 2026

Menteri Rosan Bahas Hilirisasi Nikel di Rapimnas Kadin 2026, Bagaimana Morowali?

30.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf mengapresiasi progres pembangunan kawasan industri PT International Green Industrial Park (IGIP) di Desa Sambalagi

Bupati Morowali Apresiasi Progres IGIP, Minta Masyarakat Lokal Ikut Sejahtera

30.10.2026

Dalam pertemuan tersebut, Iksan menyoroti laporan pembukaan lahan baru seluas sekitar 300 hektare. Ia meminta masyarakat tidak melanjutkan aktivitas di lokasi itu sebelum ada kejelasan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

“Saya tidak mau masyarakat saya terjeblos dalam urusan kawasan. Saya sudah melarang keras dan alhamdulillah masyarakat saya menyanggupi itu,” tegas Iksan.

Iksan menjelaskan, persoalan yang muncul berkaitan dengan tuntutan masyarakat atas lahan yang mereka kelola.

Menurut dia, perbedaan informasi mengenai ketentuan pemanfaatan lahan, turut memicu kesalahpahaman antara masyarakat dan pihak perusahaan.

Karena itu, ia meminta penyelesaian dilakukan melalui dialog dan mekanisme yang berlaku. Pemerintah daerah, kata dia, perlu melihat lebih lanjut kondisi dan status lahan yang menjadi persoalan.

“Kita berhenti dulu ke sana, jangan (beraktivitas) yang di 300 hektare itu sementara kita menunggu arahan pemerintah daerah. Pengajuan penurunan ini ada tahapannya. Kita lihat apakah benar ada di situ. Nah, ini kan sudah ada, itu yang nanti akan kita coba pikirkan untuk kita turunkan,” ujarnya.

Iksan juga menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar. Ia meminta masyarakat mematuhi kesepakatan dalam mediasi agar persoalan tidak berkembang menjadi masalah hukum maupun konflik baru.

“Saya minta tolong. Jadi kita sepakat ya, tidak ada buka (lahan) baru. Tidak boleh ada bakar-bakar,” tegasnya.

Pemerintah daerah berharap, mediasi tersebut dapat membantu meredakan ketegangan, termasuk aksi pemalangan yang menurut bahan keterangan telah berlangsung selama empat hari. Namun, perkembangan setelah pertemuan, termasuk kepastian penghentian aksi, masih perlu dikonfirmasi.

Petani Mengaku Mengelola Lahan Sejak 2012

Perwakilan Aliansi Masyarakat Petani Bersatu bernama WatiPerwakilan Aliansi Masyarakat Petani Bersatu bernama Wati
Perwakilan Aliansi Masyarakat Petani Bersatu bernama Wati

Perwakilan Aliansi Masyarakat Petani Bersatu, Wati, mengapresiasi fasilitasi dialog yang dilakukan Bupati Morowali.

Petani asal Desa Dampala itu mengatakan, pertemuan tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memahami batasan aktivitas di kawasan hutan dan area penggunaan lain (APL).

“Kami sudah puas dan kami berterima kasih dengan Pak Bupati yang sudah datang serta memfasilitasi kami. Ini juga ajang kami silaturahmi dengan beliau dan mengobati rasa kangen kami. Jadi, terima kasih Pak Bupati sudah memberikan solusi yang terbaik untuk kami dan pemahaman seperti apa boleh dan tidak bolehnya kami, baik itu di lahan kawasan maupun APL,” ujar Wati.

Wati mengatakan, masyarakat selama ini ingin mengelola lahan yang menurut mereka telah dimanfaatkan sejak 2012.

Ia menilai sosialisasi mengenai batasan kegiatan di kawasan hutan dan lahan yang dapat dikelola sesuai ketentuan masih perlu ditingkatkan.

Menurut dia, penjelasan yang lebih intensif dibutuhkan agar masyarakat memahami perbedaan status dan aturan pemanfaatan lahan.

Ia juga berharap pemerintah daerah tetap mengawal aspirasi warga dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.

“Mudah-mudahan ke depan Pak Bupati juga konsisten dalam (membela) hak-hak kami,” tambahnya.

PT Vale Akan Melanjutkan Dialog dan Sosialisasi

Bupati Morowali Iksan memediasi konflik lahan petani dan PT Vale Indonesia di Desa Bahomote
Bupati Morowali Iksan memediasi konflik lahan petani dan PT Vale Indonesia di Desa Bahomote

Sementara itu, Director of External Relation Regional & Growth PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, mengatakan perusahaan akan melanjutkan dialog dengan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai ketentuan penggunaan kawasan.

“Kami akan melakukan dialog dan diskusi, terutama dengan masyarakat, akan perlunya ada edukasi dan sosialisasi soal kawasan. Tentunya Vale taat dan patuh terhadap hukum yang berlaku. Kami juga berharap masyarakat dan pemerintah daerah akan terus berdiskusi,” ujar Endra.

Konflik lahan di Bahomotefe berkaitan dengan persoalan yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui kesepakatan untuk menghentikan aktivitas sementara. Kejelasan status kawasan, batas lahan, riwayat penguasaan, dan ketentuan perizinan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah berikutnya.

Dalam pemberitaan pada 28 Oktober 2026, Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Sulawesi, Ali Bahri, mengingatkan bahwa aktivitas di kawasan hutan harus mematuhi ketentuan penggunaan kawasan dan persyaratan perizinan yang berlaku.

Penegasan itu menjadi konteks penting bagi penyelesaian persoalan lahan di Morowali, tetapi tidak dengan sendirinya menentukan status setiap bidang yang disengketakan.

Pemeriksaan dokumen dan penjelasan dari instansi berwenang tetap diperlukan untuk memastikan apakah lahan yang dimaksud berada di kawasan hutan, area penggunaan lain, atau wilayah dengan ketentuan khusus.

Di sisi lain, aspirasi masyarakat mengenai lahan yang telah mereka kelola perlu ditangani melalui mekanisme yang dapat diperiksa dan dipertanggungjawabkan. Dialog antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan juga perlu diikuti langkah konkret agar perbedaan informasi tidak terus memicu ketegangan.

Tags: BahomotefeBerita MorowaliIksan Baharudin Abdul RaufKawasan HutanKonflik LahanMorowalipetani MorowaliPT Vale IndonesiaSulawesi Tengah
Previous Post

Krakatau Steel Rencana Bangun Hilirisasi Nikel di Morowali

Next Post

APBMI Morowali Sampaikan Aspirasi ke Ketum DPP APBMI Terpilih, Regulasi Tersus dan TUKS Disorot

BERITA TERKAIT

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani pada kegiatan Rapimnas Kadin Indonesia 2026

Menteri Rosan Bahas Hilirisasi Nikel di Rapimnas Kadin 2026, Bagaimana Morowali?

30.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf mengapresiasi progres pembangunan kawasan industri PT International Green Industrial Park (IGIP) di Desa Sambalagi

Bupati Morowali Apresiasi Progres IGIP, Minta Masyarakat Lokal Ikut Sejahtera

30.10.2026
Next Post
Ketua DPC APBMI Kabupaten Morowali, Yusuf bersama Ketua Umum DPP APBMI, Capt H Juswandi Kristanto

APBMI Morowali Sampaikan Aspirasi ke Ketum DPP APBMI Terpilih, Regulasi Tersus dan TUKS Disorot

Comments 2

  1. Ping-balik: APBMI Morowali Sampaikan Aspirasi ke Ketum DPP APBMI Terpilih, Regulasi Tersus dan TUKS Disorot – Garda Nasional
  2. Ping-balik: Bupati Morowali Apresiasi Progres IGIP, Minta Masyarakat Lokal Ikut Sejahtera – Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Krakatau Steel Rencana Bangun Hilirisasi Nikel di Morowali

Krakatau Steel Rencana Bangun Hilirisasi Nikel di Morowali

29.10.2026
Nursalim Z. A Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali

Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali Jangan Jadi Penonton di Tengah Gemerlap Industri Tambang

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani bertemu dengan Chairman Tsingshan Holding Group, Xiang Guangda

Menteri Rosan dan Bos Tsingshan Bahas Nikel Morowali

Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Produser film Ageman, Ken Setiawan dan UIN Raden Intan sepakati MoU edukasi toleransi melalui film

Layar Bioskop Lawan Radikalisme, Film ‘Ageman’ dan UIN Raden Intan Bersatu Rangkul Gen Z

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani pada kegiatan Rapimnas Kadin Indonesia 2026

Menteri Rosan Bahas Hilirisasi Nikel di Rapimnas Kadin 2026, Bagaimana Morowali?

30.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf mengapresiasi progres pembangunan kawasan industri PT International Green Industrial Park (IGIP) di Desa Sambalagi

Bupati Morowali Apresiasi Progres IGIP, Minta Masyarakat Lokal Ikut Sejahtera

30.10.2026
Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Syarifuddin Hafid

Syarifudin Hafid Siap Diganti, Tegaskan Tak Ada Skenario Gagalkan Hidayat Pakamundi

30.10.2026
Film Ageman

Usai Gala Premiere di Lampung, Film Ageman Lanjutkan Misi Toleransi ke Jakarta

30.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Indeks

Berita Terkini

  • Menteri Rosan Bahas Hilirisasi Nikel di Rapimnas Kadin 2026, Bagaimana Morowali?
  • Bupati Morowali Apresiasi Progres IGIP, Minta Masyarakat Lokal Ikut Sejahtera
  • Syarifudin Hafid Siap Diganti, Tegaskan Tak Ada Skenario Gagalkan Hidayat Pakamundi

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In