Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Tingkatkan Kualitas Iman, Toleransi, dan Amalkan Nilai-Nilai Alquran di Bulan Ramadan

by Irfan Mualim
07.04.2023
in Nasional
A A
Meluruskan Makna Doktrin Al Wala’ Wal Bara’ yang Dipopulerkan Kelompok Radikal

JAKARTA – Setiap orang yang terbuka pemikirannya sudah tentu akan terus memperbaiki dirinya dari waktu ke waktu. Telah menjadi ketentuan Tuhan bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Segala bentuk kekurangan yang telah disadari sepatutnya menjadi dorongan perbaikan di kemudian hari.

Datangnya Ramadan merupakan berkah bagi manusia. Kali ini, Ramadan juga dibarengi dengan perayaan Nyepi dan Jumat Agung. Hal ini seolah jadi pertanda bahwa tiap umat yang merayakan hari besarnya selayaknya bisa terus berdampingan.

Wakil Sekjen PB-DDI (Darud Dakwah Wal Irsyad) Pusat, Suaib Tahir, menjelaskan bulan ramadan adalah bulan di mana Alquran diturunkan. Alquran ini adalah petunjuk bagi semua orang. Sejatinya, setiap orang itu harus banyak mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam Alquran itu sendiri.

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Kepala Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas

Menggali Keberagaman: Strategi Memperkuat Toleransi antarumat Beragama di Indonesia

23.01.2025

“Karena apapun yang kita kerjakan di bulan suci ini memiliki pahala yang sangat besar. Pada bulan Ramadan inilah merupakan kesempatan yang paling baik bagi setiap orang untuk melakukan perbaikan yang semestinya dilakukan. Misalkan ada kebiasaan tidak baik yang kita lakukan di bulan lain, maka selayaknya hal tersebut mulai ditinggalkan di Ramadan ini,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, apabila suka menggunjing, menceritakan keburukan teman, malas bekerja, kikir, tidak suka bersedekah, dan sifat buruk lainnya, maka sebaiknya di bulan Ramadan ini mulai belajar untuk meninggalkan semua itu.

Peraih gelar doktoral dari Universitas Islam Omdurman Sudan ini menceritakan, kedewasaan bersikap sebagai seorang muslim, khususnya di Indonesia, agaknya perlu ditinjau kembali. Ia mencontohkan bahwa di beberapa negara lain yang mayoritas beragama Islam, sikap toleransi yang bisa ditemui jauh lebih tinggi dari apa disaksikan di Indonesia.

“Di beberapa negara juga misalkan orang berpuasa di bulan Suci Ramadan biasa saja. Di Mesir ketika saya berkuliah di Al-Azhar misalkan, penjual jus itu di depan Al-Azhar banyak, penjual makanan juga ada. Artinya hal itu adalah sesuatu yang biasa saja. Karena yang tinggal di Mesir bukan saja orang Islam, ada orang non-Muslim, ada orang yang mungkin memang lagi tidak berpuasa karena haid. Ada juga mungkin yang tidak berpuasa karena sakit. Bisa saja dia dilarang oleh dokter berpuasa karena ada penyakit yang diidap, tetapi dia harus keluar dan cari makan,” jelasnya.

Dosen Pasca Sarjana PTIQ Jakarta ini menambahkan, umat Islam harus berpikir positif melihat fenomena yang ada. Jangan karena melihat orang tidak berpuasa, lalu dengan mudahnya melempar vonis kafir, pembangkang, dan sebagainya, karena situasi orang berbeda-beda. Jangan selalu mengukur orang lain dengan diri sendiri.

“Permasalahan akan muncul kalau kita selalu mempersamakan diri kita dengan orang lain. Hal itu yang banyak terjadi sehingga menimbulkan ketidakrukunan yang tidak diinginkan dalam agama,” katanya.

Uniknya, lanjut Suaib, Ramadan kali ini diwarnai dengan intoleransi serta gesekan masyarakat di media sosial terkait kontroversi penolakan Israel di ajang Piala Dunia U-20.

Ramadan yang seharusnya di isi dengan menahan diri dari nafsu dan emosi justru dinodai oleh debat kusir yang mubazir. Ia menyampaikan seharusnya Indonesia bisa menempatkan diri sesuai dengan porsinya.

“Sebenarnya hal-hal seperti ini tidak perlu dipermasalahkan, karena ini (Piala Dunia U-20) adalah event internasional di mana kita harus beradaptasi dengan dunia global. Kita tidak bisa semaunya sendiri, kecuali kalau secara antar negara. Misalkan Israel bertanding dengan Indonesia, dia mau datang ke sini, mungkin kita masih bisa melakukan penolakan. Tapi kalau ini kegiatan global, di mana Indonesia punya komitmen untuk turut memainkan perannya (sebagai tuan rumah), ya mau atau tidak harus menerima Israel. Walaupun sebenarnya kan kita sudah jelas bahwa kita tidak mengakui Israel,” paparnya.

Suaib berharap agar Ramadan yang bisa kita jumpai dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Peningkatan kualitas keimanan seorang hamba akan terlihat dari semakin baiknya hubungannya dengan Tuhannya dan sesama manusia.

“Harapan saya mudah-mudahan Tuhan memberikan kita umur yang panjang. Kita bisa menyelesaikan bulan Ramadan ini dan mendapatkan bulan Ramadan yang akan datang. Bulan Ramadan ini jangan kita lewati begitu saja. Setidaknya, setiap bulan suci Ramadan itu ada perubahan signifikan di dalam diri kita, misalnya setelah bulan suci Ramadan ini, kita sudah terbiasa tidak meninggalkan salat dan terbiasa bersedekah,” tambah Suaib.

Yang pasti, tuturnya, harus ada yang bisa dipetik dari bulan suci Ramadan ini. Misalnya sebagai orang secara ekonomi cukup, paling tidak berusaha bagaimana dapat berempati kepada lingkungan masyarakat sekitar. Tidak elok kalau seseorang bisa makan dengan teratur, tetapi ada tetangga kekurangan makanan., tapi tidak peduli.

“Berbagilah kepada sesama. Hal-hal seperti ini kita harus tanamkan dalam diri kita khususnya di bulan suci Ramadan ini. Mudah-mudahan itu bisa berbekas dalam diri kita. Maksudnya adalah bahwa setiap Ramadan itu harus ada sesuatu yang kita petik dan menjadi patokan hidup kita untuk hari yang akan datang,” katanya.

Tags: AlquranRamadanToleransi
Previous Post

BNPT Safari Ramadan, Empat Napiter di Lapas Cilacap dan Nusakambangan Ikrar Setia NKRI

Next Post

Cegah Radikalisme di Jatim, Ini Cara Bakesbangpol

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Cegah Radikalisme di Jatim, Ini Cara Bakesbangpol

Cegah Radikalisme di Jatim, Ini Cara Bakesbangpol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In