SEMARANG – Perjalanan karier seorang perwira militer tidak hanya ditandai oleh kenaikan pangkat, tetapi juga oleh beragam penugasan yang membentuk pengalaman dan tanggung jawabnya. Mayjen TNI Sudaryanto merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang meniti karier dari lingkungan pasukan khusus, komando kewilayahan, hingga lembaga negara yang menangani pencegahan terorisme.
Lulusan Akademi Militer 1993 ini pernah bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), memimpin satuan pendidikan dan komando kewilayahan, serta menjabat Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Pada Oktober 2026, Sudaryanto dipercaya mengemban jabatan Panglima Kodam IV/Diponegoro, menggantikan Mayjen TNI Achiruddin. Penugasan tersebut menambah daftar pengalaman militernya di sejumlah bidang strategis.
Mengawali Karier di Lingkungan Kopassus
Dalam perjalanan kariernya, Sudaryanto mendapatkan sejumlah penugasan di lingkungan Kopassus, satuan TNI AD yang memiliki kemampuan khusus untuk menjalankan berbagai operasi militer.
Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain Komandan Tim di Satuan 81/Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus, Wakil Komandan Batalyon Bantuan Sat-81/Gultor, Komandan Batalyon 811/Aksi Khusus Sat-81/Gultor, serta Komandan Sekolah Raider di Pusat Pendidikan Kopassus. Ia juga pernah menjabat Komandan Grup 1/Para Komando.
Pengalaman di lingkungan pasukan khusus menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum beralih ke penugasan di bidang pendidikan militer, komando kewilayahan, dan lembaga pemerintah.
Berlanjut ke Komando Kewilayahan
Karier Sudaryanto kemudian berlanjut ke sejumlah jabatan di lingkungan TNI AD. Ia tercatat pernah menjabat Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III/Siliwangi di Bandung, Jawa Barat, serta Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya di Surabaya, Jawa Timur.
Ia juga pernah bertugas sebagai Kepala Staf Korem 173/Praja Vira Braja di Biak, Papua.
Penugasan tersebut mencakup bidang dengan fungsi berbeda. Rindam berperan dalam pendidikan dan pembinaan prajurit, sedangkan komando kewilayahan seperti Korem menjalankan tugas pertahanan wilayah dan pembinaan teritorial.
Pengalaman di berbagai satuan itu menjadi bagian dari perjalanan Sudaryanto sebelum dipercaya menempati posisi di lingkungan Kementerian Pertahanan dan BNPT.
Bertugas di Kementerian Pertahanan
Sebelum bergabung dengan BNPT, Sudaryanto menjabat Kepala Pusat Pengelolaan Kawasan pada Badan Instalasi Strategis Pertahanan (Bainstrahan) Kementerian Pertahanan.
Jabatan tersebut memperluas pengalaman penugasannya di luar struktur komando lapangan TNI AD, khususnya dalam lingkungan kelembagaan pertahanan negara.
Dari Kementerian Pertahanan, perjalanan karier Sudaryanto berlanjut ke BNPT, lembaga yang memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme di Indonesia.
Memegang Tanggung Jawab Pencegahan Terorisme di BNPT
Pada 28 Februari 2025, Sudaryanto dilantik oleh Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono sebagai Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT.
Jabatan yang dikenal sebagai Deputi I BNPT tersebut memiliki tanggung jawab strategis dalam upaya pencegahan terorisme, perlindungan, dan deradikalisasi.
Tugasnya tidak hanya berkaitan dengan penanganan ancaman, tetapi juga dengan upaya mencegah berkembangnya jaringan serta paham yang dapat mendorong terjadinya tindak pidana terorisme.
Pengalaman Sudaryanto di lingkungan pasukan khusus menjadi bagian dari latar belakang kariernya ketika dipercaya mengemban tanggung jawab di lembaga tersebut.
Namun, capaian spesifik selama masa jabatannya perlu dilihat berdasarkan program dan laporan kinerja yang terdokumentasi.
Babak Baru Sebagai Pangdam IV/Diponegoro
Setelah bertugas di BNPT, Sudaryanto kembali mengemban tanggung jawab di lingkungan TNI AD. Pada Oktober 2026, ia resmi menerima estafet kepemimpinan Kodam IV/Diponegoro dari Mayjen TNI Achiruddin.
Dalam rangkaian pergantian kepemimpinan tersebut, Sudaryanto menyampaikan penghargaan atas pengabdian pendahulunya.
Ia juga mengajak prajurit dan pegawai negeri sipil di lingkungan Kodam IV/Diponegoro untuk menjaga soliditas serta meningkatkan profesionalisme.
Ia menegaskan kesiapannya menerima tugas, wewenang, dan tanggung jawab sebagai Pangdam IV/Diponegoro.
Jabatan baru ini membawa tanggung jawab dalam pembinaan satuan, peningkatan kesiapan prajurit, serta pelaksanaan tugas pokok TNI AD di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perjalanan Sudaryanto dari Kopassus, komando kewilayahan, Kementerian Pertahanan, hingga BNPT menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum memimpin Kodam IV/Diponegoro.
Pengalaman lintas penugasan tersebut kini menjadi latar belakang dalam menjalankan tanggung jawab barunya di salah satu komando kewilayahan TNI AD.
















