Garda Nasional
No Result
View All Result
Minggu, 25 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Merajut Kerukunan, Pilar Kekuatan Bangsa Hadapi Ancaman Ideologi Transnasional

by Irfan Mualim
01.08.2024
in Nasional
A A
Ideologi Transnasional

JAKARTA – Dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme, sinergi antara aspek sosial, keagamaan, budaya, dan penegakan hukum, menjadi kunci utama membentengi bangsa.

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo, menjelaskan bagaimana integrasi empat bingkai kerukunan, yang terdiri dari politis, yuridis, sosiologis, dan teologis, bisa menjadi pilar kekuatan bangsa dalam menghadapi ancaman ideologi transnasional.

Benny mengatakan, pendekatan multidisipliner dalam pembentukan kontranarasi terhadap radikalisme dan terorisme, memiliki urgensi yang tinggi agar tiap aspeknya dapat disatukan secara sinergis.

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026

“Pendekatan menyeluruh ini tidak bisa hanya dilakukan dari satu aktor saja, melainkan harus komprehensif dan melibatkan semua pihak,” ujarnya di Jakarta, Kamis (1/8/2024).

Baca Juga: BNPT RI Imbau K/L di Bawah Kemenko Perekonomian Laksanakan Program Sinergisitas Penanggulangan Terorisme

Romo Benny sapaan akrabnya menambahkan, pendekatan kontranarasi yang baik tidak hanya bisa menyentuh aspek sosial, namun juga mampu melibatkan aspek ekonomi yang dapat membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat.

“Kesejahteraan yang meningkat juga seringkali membentuk resistensi tersendiri dalam menangkal masuknya ideologi transnasional,” katanya.

Selain itu, kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia juga memiliki peranan penting dalam menjaga kerukunan dan perdamaian.

Pendekatan budaya dan simbolik juga harus menjadi perhatian, karena budaya memiliki kekuatan dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat.

Walaupun bisa diikutsertakan sebagai salah satu faktor pemicu, Romo Benny menjelaskan bahwa timpangnya pemerataan hak bukanlah faktor yang paling dominan dalam munculnya radikalisme dan terorisme.

 

Banyak Pelaku Teror Berasal dari Kalangan Intelektual

 

Menurutnya, banyak juga pelaku teror yang berasal dari kalangan mapan dan intelektual. Faktor yang lebih dominan adalah bagaimana seseorang memahami agama secara tidak utuh dan memanipulasi ajaran agama untuk kepentingan politik tertentu untuk merebut kekuasaan.

“Agama sering kali dibajak oleh kelompok radikal untuk membenarkan tindakan kekerasan mereka. Mereka memanipulasi ajaran agama yang universal untuk kepentingan pribadi atau kelompok, baik untuk perebutan kekuasaan politik, ekonomi, maupun tujuan lain yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute ini.

Dalam menengahi gesekan horizontal yang terjadi akibat perbedaan kebudayaan dan keyakinan, Romo Benny mengatakan bahwa regulasi di Indonesia sebenarnya sudah cukup mendukung keberagaman suku, budaya, dan agama.

Baca Lagi: Delapan Provinsi Masuk Kategori Rawan Konflik saat Pilkada 2024

Namun, masalahnya terletak pada lemahnya penegakan hukum dan kurangnya political will dari pemerintah daerah. Dia mengungkapkan bahwa banyak kekerasan terhadap umat agama terjadi karena faktor lemahnya penegakan hukum dan kurangnya sosialisasi peraturan yang ada.

Peraturan Menteri Bersama (PMB) Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 misalnya, telah mengatur tentang pendirian rumah ibadah dengan jelas. Namun, seringkali peraturan ini tidak diketahui oleh masyarakat luas, terutama di tingkat RT/RW.

Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih, khususnya dari Pemerintah Daerah dan para perangkatnya, untuk mensosialisasikan peraturan-peraturan ini agar masyarakat paham dan tidak main hakim sendiri.

Untuk mengatasi ketidakpahaman masyarakat tentang peraturan-peraturan yang ada, Romo Benny menyarankan, agar pemerintah mewajibkan media-media untuk membuat layanan publik yang mensosialisasikan peraturan-peraturan tersebut. Sosialisasi ini bisa dilakukan melalui berbagai media, baik televisi, media sosial, maupun media cetak.

Baca Lagi: Polri Dalami Sosok Bandar Judi Online Inisial T

“Jika memang ingin mensosialisasikannya, peraturan-peraturan yang mendukung kerukunan antar umat beragama juga bisa dicetak dan diserahkan kepada RT/RW untuk disosialisasikan kepada masyarakat di tingkat bawah. Langkah ini akan lebih efektif dalam menjangkau masyarakat luas dan meningkatkan pemahaman mereka tentang hak-hak konstitusional dan kebebasan beragama yang dijamin oleh undang-undang,” jelasnya.

Romo Benny menyampaikan harapannya agar Indonesia tidak mudah dipecah belah oleh perbedaan kebudayaan atau keagamaan. Untuk mencapai hal ini, setiap warga negara, pemerintah, dan masyarakat sipil memiliki peran penting dalam merawat dan menjaga kemajemukan bangsa.

Ia menilai, diperlukan political will dari Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menjamin hak berkonstitusi dan kebebasan beribadah. Kedua, peranan masyarakat sipil harus terus diperkuat dalam mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan melalui berbagai media, termasuk media sosial dan media digital.

“Jika semua sektor, termasuk kesenian, mampu meramu pesan-pesan kerukunan dan kemajemukan dengan efektif, eksistensi bangsa dan negara Indonesia akan tetap kokoh,” katanya.

“Dengan integrasi empat bingkai kerukunan, yaitu aspek politis, penegakan hukum, budaya, dan keagamaan, bangsa Indonesia dapat membangun kontra narasi yang kuat terhadap radikalisme dan terorisme, serta menjaga kedamaian dan kerukunan di tengah keberagaman,” lanjut dia.

 

Tags: Ideologi TransnasionalKerukunanRadikalisme
Previous Post

Cegah Radikalisme dan Separatisme Perlu Dukungan Seluruh Elemen

Next Post

Memastikan Kedatangan Paus Fransiskus ke Jakarta Berjalan Aman, BNPT RI Lakukan Ini

BERITA TERKAIT

Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Sudah 4 Kali Kontrak tetapi Belum Jadi Karyawan Tetap? Ini yang Perlu Diketahui Buruh

24.10.2026
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto

Menhan dan Jaksa Agung Tertibkan Tambang Ini

23.10.2026
Next Post
Paus Fransiskus

Memastikan Kedatangan Paus Fransiskus ke Jakarta Berjalan Aman, BNPT RI Lakukan Ini

Comments 2

  1. Ping-balik: BNPT RI Bangun KTN di Bogor Bagi Mitra Deradikalisasi dan Penyintas | Garda Nasional
  2. Ping-balik: Memastikan Kedatangan Paus Fransiskus ke Jakarta Berjalan Aman, BNPT RI Lakukan Ini | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Nursalim Z. A Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali

Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali Jangan Jadi Penonton di Tengah Gemerlap Industri Tambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Nursalim Z. A, Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali sekaligus Pengurus HIPKA Morowali

HIPKA Morowali dan Tantangan Pengusaha Lokal Menembus Rantai Pasok Industri

24.10.2026
Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Sudah 4 Kali Kontrak tetapi Belum Jadi Karyawan Tetap? Ini yang Perlu Diketahui Buruh

24.10.2026
Gedung Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara (Sultra)

Ekspor Nikel PT CNI Disorot Kejagung, Pejabat ESDM Sultra Disebut

24.10.2026
Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, saat meninjau Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Krayan Lembudud dan jalan perbatasan Indonesia-Malaysia di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (23/10/2026)

Jenderal Maruli Simanjuntak Tinjau Perbatasan Krayan, Perkuat Sinergi TNI dan BNPPDT

24.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • HIPKA Morowali dan Tantangan Pengusaha Lokal Menembus Rantai Pasok Industri
  • Sudah 4 Kali Kontrak tetapi Belum Jadi Karyawan Tetap? Ini yang Perlu Diketahui Buruh
  • Ekspor Nikel PT CNI Disorot Kejagung, Pejabat ESDM Sultra Disebut

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In