Garda Nasional
No Result
View All Result
Sabtu, 31 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Daerah

Harga Bijih Nikel Melemah, Gangguan Operasi Smelter di Morowali Jadi Sorotan

by Irfan Mualim
28.10.2026
in Nasional
A A
Aktivitas pertambangan bijih nikel dan industri smelter di tengah pelemahan harga nikel.

Aktivitas pertambangan bijih nikel dan industri smelter di tengah pelemahan harga nikel.

MOROWALI – Harga spot bijih nikel Indonesia kembali melemah pada pekan terakhir Oktober 2026. Penurunan paling dalam terjadi pada bijih saprolit berkadar 1,6% Ni yang turun US$6,3 per ton metrik basah atau wet metric ton (wmt), di tengah tekanan harga acuan dan laporan berkurangnya aktivitas sejumlah lini smelter di Morowali.

Data Shanghai Metals Market (SMM) yang dikutip Media Nikel Indonesia Rabu (28/10/2026), menunjukkan harga rata-rata bijih saprolit berkadar 1,6% Ni turun dari US$63,4 menjadi US$57,1 per wmt.

Penurunan juga terjadi pada saprolit berkadar 1,5% Ni, dari US$58,5 menjadi US$52,5 per wmt. Sementara itu, saprolit berkadar 1,4% Ni turun dari US$51,8 menjadi US$47,1 per wmt.

BACA JUGA

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani pada kegiatan Rapimnas Kadin Indonesia 2026

Menteri Rosan Bahas Hilirisasi Nikel di Rapimnas Kadin 2026, Bagaimana Morowali?

30.10.2026
Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Syarifuddin Hafid

Syarifudin Hafid Siap Diganti, Tegaskan Tak Ada Skenario Gagalkan Hidayat Pakamundi

30.10.2026

Berbeda dengan saprolit, penurunan harga limonit relatif lebih kecil. Bijih limonit berkadar 1,2% Ni turun US$1 menjadi US$25,5 per wmt, sedangkan kadar 1,3% Ni turun menjadi US$27,5 per wmt.

Perbedaan penurunan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan harga pada pekan ini lebih besar terjadi pada kelompok saprolit berkadar menengah hingga tinggi.

Harga Acuan Pemerintah Ikut Turun

Tekanan pasar juga terjadi ketika pemerintah menurunkan Harga Mineral Acuan (HMA) nikel untuk periode kedua Oktober 2026.

Berdasarkan keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), HMA nikel ditetapkan sebesar US$15.847,67, turun dari US$16.322,67 pada periode pertama Oktober. Penurunan nominalnya mencapai US$475 atau sekitar 2,91%.

Penyesuaian HMA tersebut diikuti perubahan Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel berdasarkan kadar kandungan nikel.

HPM periode kedua Oktober tercatat sebesar US$22,76 per wmt untuk kadar 1,1% Ni, US$25,33 untuk kadar 1,2% Ni, US$45,83 untuk kadar 1,3% Ni, dan US$50,05 untuk kadar 1,4% Ni.

Untuk kadar yang lebih tinggi, HPM ditetapkan sebesar US$54,48 per wmt untuk kadar 1,5% Ni, US$59,12 untuk kadar 1,6% Ni, US$63,69 untuk kadar 1,7% Ni, serta US$69 untuk kadar 1,8% Ni.

HMA dan HPM memiliki fungsi berbeda dari harga spot yang dipantau pasar. Karena itu, penurunan harga acuan pemerintah tidak serta-merta berarti setiap transaksi bijih nikel berlangsung pada harga yang sama. Harga transaksi tetap perlu dilihat berdasarkan ketentuan yang berlaku, kadar bijih, kualitas, serta isi kontrak antara pihak yang bertransaksi.

Operasional Smelter di Morowali Menjadi Perhatian

Selain perubahan harga acuan dan kondisi pasokan, laporan SMM juga menyoroti persoalan ketersediaan air yang memengaruhi operasional sejumlah smelter di kawasan industri nikel Morowali.

Dalam laporan pasar pada 24 September 2026, SMM menyebut sejumlah lini produksi RKEF mengalami pengurangan operasi akibat keterbatasan air yang dikaitkan dengan kondisi kering berkepanjangan. Sebagian lini dilaporkan beroperasi pada kisaran 30–40% dari tingkat normalnya.

RKEF atau rotary kiln electric furnace merupakan teknologi pengolahan yang digunakan untuk memproduksi nikel, termasuk nickel pig iron (NPI).

Pengurangan operasi smelter berpotensi mengurangi kebutuhan bijih sebagai bahan baku. Jika kebutuhan pembelian turun ketika persediaan bahan baku masih mencukupi, tekanan terhadap harga spot dapat meningkat.

Namun, angka pengurangan operasi yang dilaporkan pada September tersebut tidak dapat langsung dianggap menggambarkan kondisi seluruh fasilitas pengolahan di Morowali pada akhir Oktober. Perkembangan terbaru masih perlu dikonfirmasi kepada pengelola kawasan industri dan perusahaan yang terdampak.

Pasokan dan Permintaan Menentukan Arah Harga

SMM menilai persediaan bahan baku di smelter yang masih memadai serta penyesuaian kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan, turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca pergerakan harga.

Apabila pasokan dari tambang bertambah sementara pembelian smelter masih terbatas, harga spot berpotensi menghadapi tekanan lanjutan. Sebaliknya, pemulihan operasional smelter dan meningkatnya kebutuhan bahan baku dapat mengubah keseimbangan pasar.

Bagi perusahaan pertambangan, kondisi ini membuat perkembangan harga acuan, harga transaksi aktual, dan kepastian serapan bijih menjadi penting untuk dipantau secara bersamaan.

Di Morowali, persoalan tersebut juga berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan pertambangan dan industri pengolahan yang saling terhubung.

Meski demikian, dampak terhadap pendapatan perusahaan, tenaga kerja, maupun kontraktor lokal belum dapat disimpulkan hanya dari penurunan harga spot.

Besarnya dampak akan bergantung pada volume penjualan, struktur biaya, kadar bijih, kontrak penjualan, serta kondisi operasional masing-masing perusahaan.

Dengan harga spot yang melemah dan sejumlah faktor pasar masih menekan permintaan, perkembangan operasional smelter dan realisasi pasokan bijih akan menjadi penentu penting bagi arah pasar nikel Indonesia dalam jangka pendek.

Tags: Berita Morowaliharga bijih nikelharga nikel Oktober 2026HMA nikelHPM nikelindustri nikel IndonesiaMorowaliNikel Morowalipertambangan nikelsmelter RKEF
Previous Post

Polemik Kritik Ridwan Bae Memanas, Bapera Mubar Minta Gubernur Sultra Copot Ridwan Badallah

Next Post

Kadispar Sultra Ridwan Badallah Minta Maaf Usai Konten TikTok Dipersoalkan Loyalis Ridwan Bae

BERITA TERKAIT

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani pada kegiatan Rapimnas Kadin Indonesia 2026

Menteri Rosan Bahas Hilirisasi Nikel di Rapimnas Kadin 2026, Bagaimana Morowali?

30.10.2026
Bupati Morowali Iksan memediasi konflik lahan petani dan PT Vale di Desa Bahomote

Mediasi Konflik Lahan Petani dan PT Vale, Bupati Morowali Tegas Larang Buka Lahan Baru

29.10.2026
Next Post
Kadis Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah saat didatangi loyalis Ridwan Bae

Kadispar Sultra Ridwan Badallah Minta Maaf Usai Konten TikTok Dipersoalkan Loyalis Ridwan Bae

Comments 1

  1. Ping-balik: Konflik Lahan PT Vale Indonesia di Morowali Memanas, Gakkum Kehutanan Tegaskan Kewajiban Izin PPKH – Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Krakatau Steel Rencana Bangun Hilirisasi Nikel di Morowali

Krakatau Steel Rencana Bangun Hilirisasi Nikel di Morowali

29.10.2026
Nursalim Z. A Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali

Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali Jangan Jadi Penonton di Tengah Gemerlap Industri Tambang

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani bertemu dengan Chairman Tsingshan Holding Group, Xiang Guangda

Menteri Rosan dan Bos Tsingshan Bahas Nikel Morowali

Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Produser film Ageman, Ken Setiawan dan UIN Raden Intan sepakati MoU edukasi toleransi melalui film

Layar Bioskop Lawan Radikalisme, Film ‘Ageman’ dan UIN Raden Intan Bersatu Rangkul Gen Z

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani pada kegiatan Rapimnas Kadin Indonesia 2026

Menteri Rosan Bahas Hilirisasi Nikel di Rapimnas Kadin 2026, Bagaimana Morowali?

30.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf mengapresiasi progres pembangunan kawasan industri PT International Green Industrial Park (IGIP) di Desa Sambalagi

Bupati Morowali Apresiasi Progres IGIP, Minta Masyarakat Lokal Ikut Sejahtera

30.10.2026
Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Syarifuddin Hafid

Syarifudin Hafid Siap Diganti, Tegaskan Tak Ada Skenario Gagalkan Hidayat Pakamundi

30.10.2026
Film Ageman

Usai Gala Premiere di Lampung, Film Ageman Lanjutkan Misi Toleransi ke Jakarta

30.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Indeks

Berita Terkini

  • Menteri Rosan Bahas Hilirisasi Nikel di Rapimnas Kadin 2026, Bagaimana Morowali?
  • Bupati Morowali Apresiasi Progres IGIP, Minta Masyarakat Lokal Ikut Sejahtera
  • Syarifudin Hafid Siap Diganti, Tegaskan Tak Ada Skenario Gagalkan Hidayat Pakamundi

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In